Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Association of Herbal Medicine Consumption Habits with Quality of Life Among Farmers with Chronic Diseases suharmantoarman suharmanto
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i1.pp8-13

Abstract

Chronic diseases can occur due to unhealthy lifestyle changes that disrupt daily activities and decrease quality of life. This study aims to analyse the association of herbal medicine consumption habits with quality of life among farmers with chronic diseases. This study is an observational analytic study with cross-sectional approach. The study was conducted in Marga Agung Village, Jati Agung District, South Lampung in May-October 2024. The variables used were herbal medicine consumption habits and quality of life. Sampling technique using simple random sampling of 42 farmers. The sample inclusion criteria in this study include aged 25-65 years, able to read and write, and willing to be respondents. The exclusion criteria in this study include households that have a history of disease complications. The independent variables in this study is herbal medicine consumption habits and dependent variable is quality of life. Herbal medicine consumption habits was measured using a questionnaire and quality of life was measured using the WHOQOL-BREF questionnaire, which has 4 domains consisting of physical health, psychological health, social relationships, and family environment. The collected data was then edited, coded, processed, and cleaned. Data analysis using the Chi-Square test. There is a association between the herbal medicine consumption habit and quality of life in the psychological and environmental domains, but it is not related to the physical and social dimensions.
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan (Health Maintenance) Pada Masyarakat Agrikultur: Literature Review: Suharmanto suharmantoarman suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp88-94

Abstract

Angka kesakitan pada masyarakat agrikultur umumnya tinggi, dengan tren prevalensi bervariasi. Sektor pertanian menyumbang sekitar 17,3% dari total kejadian Penyakit Akibat Kerja (PAK) di Indonesia. Mayoritas risiko mencakup bahaya ergonomis, paparan kimia, dan infeksi lingkungan tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mensintesis hasil penelitian mengenai perilaku pemeliharaan kesehatan pada masyarakat agrikultur serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi diekstraksi dan dianalisis menggunakan metode narrative thematic synthesis. Kajian menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kesehatan pada masyarakat agrikultur meliputi penggunaan alat pelindung diri, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, pola hidup sehat, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan preventif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa masyarakat agrikultur masih menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal, penyakit tidak menular, cedera kerja, gangguan kesehatan pernapasan, dan masalah kesehatan mental. Faktor yang memengaruhi meliputi tingkat pengetahuan, sikap terhadap kesehatan, kondisi ekonomi, akses pelayanan kesehatan, budaya, dan lingkungan kerja. Kata Kunci: masyarakat agrikultur, pencegahan penyakit, perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku Konsumsi Jamu Masyarakat Agrikultur: Literature Review: Suharmanto suharmantoarman suharmanto
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp95-101

Abstract

Masyarakat agrikultur, terutama petani, rentan mengalami berbagai penyakit tidak menular akibat pola kerja, paparan lingkungan, dan perubahan gaya hidup. Prevalensi asam urat (gout) pada masyarakat pedesaan Indonesia mencapai sekitar 44%–47,5%, gangguan kolesterol (dislipidemia) dialami sekitar 48,7%–50% petani, sedangkan prevalensi Diabetes Melitus (DM) pada penduduk usia ≥15 tahun terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan meminimalkan risiko penyakit tersebut adalah melalui konsumsi jamu sesuai aturan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perilaku konsumsi jamu pada masyarakat agrikultur serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan scoping review. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan metode narrative thematic synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi jamu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kepercayaan terhadap manfaat dan keamanan jamu, budaya dan tradisi keluarga, ketersediaan tanaman obat, serta faktor ekonomi. Jamu dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, meningkatkan stamina, mencegah penyakit, dan membantu pemulihan kesehatan. Penguatan edukasi kesehatan, penggunaan jamu secara rasional, serta pengembangan budidaya tanaman obat diperlukan guna mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat agrikultur secara berkelanjutan. Kata Kunci: konsumsi jamu, masyarakat agrikultur, tanaman obat