Background: Hypertension is a condition where systolic blood pressure exceeds 140 mmHg and/or diastolic blood pressure exceeds 90 mmHg, or if a person is undergoing treatment with antihypertensive medication to control their blood pressure. In 2024, at the Hajimena Community Health Center, hypertension was the second most common disease after influenza, with 4,845 cases of hypertension in the productive age group (15-59 years). Purpose: To determine the characteristics and their relationship with knowledge of hypertension treatment and intelligent behavior in hypertensive patients in Simbaringin Hamlet, within the Hajimena Community Health Center's working area, South Lampung Regency. Method: This was a descriptive study with a cross-sectional design. The study population, consisting of 56 hypertensive patients in Simbaringin Hamlet, was selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted on May 26-29, 2025. The research instruments used were the Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) questionnaire and the CERDIK behavior questionnaire. Results: The analysis showed a significant relationship between age and knowledge and CERDIK behavior (p < 0.05), education and CERDIK behavior. Education and knowledge, gender, and occupation were not significantly related to knowledge and CERDIK behavior (p > 0.05). Conclusion: This study shows that the majority of hypertension patients in Simbaringin Hamlet, Hajimena Community Health Center, have a good level of knowledge about hypertension and demonstrate good CERDIK behavior. These results indicate that the health education provided has sufficiently reached a large portion of the community, and that hypertension patients are taking concrete action to prevent complications. Keywords: CERDIK Behavior; Hypertension; Knowledge. Pendahuluan : Hipertensi merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan diastolic melebihi 90 mmHg, atau apabila seseorang sedang menjalani pengobatan dengan obat antihipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya. Pada tahun 2024 di Puskesmas Hajimena penyakit hipertensi menjadi penyakit nomor 2 setelah influenza dengan kasus hipertensi sebanyak 4.845 jiwa dengan usia produktif (15-59 tahun) Tujuan: Mengetahui karakteristik dan hubungannya dengan pengetahuan perawatan hipertensi dan perilaku cerdik pada pasien hipertensi di Dusun Simbaringin, wilayah kerja Puskesmas Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan.. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain penelitian pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian penderita hipertensi di Dusun Simbaringin sebanyak 56 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 26-29 Mei 2025. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) dan kuesioner perilaku Cerdik Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara umur dengan penegetahuan dan perilaku cerdik (p < 0,05), Pendidikan dengan perilaku cerdik, semantara Pendidikan dengan pengetahuan, Jenis kelamin dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan dengan dengan penegetahuan dan perilaku cerdik (p > 0,05. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar pasien hipertensi di Dusun Simbaringin, Puskesmas Hajimena memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai hipertensi dan memiliki perilaku CERDIK yang baik. Hasil ini menggambarkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan telah cukup menjangkau sebagian besar masyarakat dan terdapat tindakan nyata dari pasien hipertensi untuk mencegah terjadinya komplikasi. Kata Kunci: Hipertensi; Pengetahuan; Perilaku CERDI.