Salsabila, Julianurraissa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIREUNGHAS KABUPATEN SUKABUMI Wahidah, Nurul; Salsabila, Julianurraissa
Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Kebidanan
Publisher : LPPM AKBID BI Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang ditandai dengan rendahnya asupan energi dalam jangka panjang, yang berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Berdasarkan studi pendahuluan di Wilayah Kerja Puskesmas Cireunghas Kabupaten Sukabumi, masih ditemukan ibu hamil dengan KEK berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Masalah ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan status anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan status anemia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Cireunghas Kabupaten Sukabumi tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 126 ibu hamil yang diambil secara total sampling dari data sekunder trimester I–III tahun 2024. Variabel independen meliputi usia ibu, paritas, usia kehamilan, dan status anemia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Kesimpulan: Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,006), paritas (p=0,023), dan status anemia (p=0,001) dengan kejadian KEK. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan KEK (p=0,475). Kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Cireunghas dipengaruhi secara signifikan oleh usia ibu, paritas, dan status anemia. Sementara itu, usia kehamilan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan KEK. Diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis komunitas untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, terutama pada kelompok usia dan paritas risiko tinggi serta yang mengalami anemia.