This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI NUMERIK KARAKTERISTIK DINAMIK BETON RINGAN DENGAN AGREGAT KASAR BATU APUNG Hawa, Annisa; Bhara, Firnimus Konstatinus; Pau, Dedi Imanuel
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 12 No 1 (2026): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu material utama yang sangat diperlukan dalam konstruksi. Beton sendiri merupakan campuran yang homogen antara semen, agregat dan air. Karakteristik beton adalah mempunyai kuat tekan yang tinggi tetapi kuat tarik yang rendah. Salah satu jenis beton yang akan digunakan pada penelitian ini adalah beton ringan dengan agregat kasar dari batu apung. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dinamik beton ringan dengan analisis secara numerik dan menvalidasikankannya dengan hasil pengujian eksperimen. Karakteristik dinamik beton ringan dengan agregat kasar berupa batu apung pada kondisi beberapa umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari beton dengan analisis secara numerik dengan menggunakan program computer yaitu SAP 2000 dengan beban yang digunakan adalah time history berupa beban pukulan atau impact. Karakteristik dinamik berupa nilai massa (m), nilai kekakuan (k), nilai redaman, dan frekuensi alami. Hasil Analisa numerik yaitu nilai frekuensi alami pada hari ke 3 (21,77 Hz), hari ke 7 (22,04 Hz), hari ke 14 (22,27 Hz), hari ke 21 (22,78 Hz), hari ke 28 (22,96 Hz). nilai rasio redaman : pada hari ke 3 (4,74%), hari ke 7 (4,34%), hari ke 14 (4,34%), hari ke 21 (4,45%), hari ke 28 (4,23%). nilai massa : pada hari ke 3 (1,967kg), hari ke 7 (1,919 kg), hari ke 14 (1,88kg), hari ke 21 (1,796 kg), hari ke 28 (1,768 kg). Hasil dari validasi karakteristik dinamik secara eksperimen dan numerik lebih besar dari 10% sedangkan massa kurang dari 10%. Secara statistika analisa eksperimen tervalidasi secara tidak baik terhadap hasil analisa numerik yang ditunjukan dengan perbandingan nilai rasio redaman dan frekuensi alami lebih besar dari 10