Abstract: Jauhar al-Tauhid by Ibrahim al-Laqqani, is a significant text within the Ash‘arite theological tradition. The study focuses on how the text conceptualizes sources of knowledge, particularly revelation and reason, as well as its distinction between qath‘iy (definitive) and dzanniy (speculative) knowledge. Employing a qualitative approach through library research, this study analyzes the primary text of Jauhar al-Tauhid alongside secondary literature on the philosophy of science. The findings reveal that Jauhar al-Tauhid integrates revelation as an absolute transcendental source of knowledge, while reason functions as a complementary and explanatory tool. The text also rejects speculative forms of knowledge lacking strong foundations, thereby shaping a framework of classical Islamic epistemology that remains relevant to contemporary discourse in the philosophy of science.Keywords: Epistemology, Jauhar al-Tauhid, Philosophy of Science, Reason, Revelation. Abstrak: Kitab Jauharal-Tauhid karya Ibrahim al-Laqqani adalah salah satu teks penting dalam khazanah ilmu kalam. Kitab ini tidak hanya berfungsi sebagai teks ringkas dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah aliran Asy‘ariyah, tetapi juga menyajikan kerangka berpikir epistemologis yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi pengetahuan dalam Kitab Jauhar al-Tauhid dari perspektif filsafat ilmu Islam. Fokus kajian diarahkan pada analisis cara kitab ini menempatkan sumber-sumber pengetahuan, khususnya wahyu dan akal, serta pembedaan antara ilmu yang bersifat qath‘iy (pasti) dan dzanniy (dugaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, mengkaji teks primer Jauhar al-Tauhid dan literatur sekunder dalam filsafat ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jauhar al-Tauhid mengintegrasikan wahyu sebagai sumber pengetahuan transendental yang absolut, sementara akal difungsikan sebagai instrumen penguat dan penjelas. Kitab ini juga menolak bentuk pengetahuan spekulatif yang tidak memiliki dasar kuat, sehingga membentuk kerangka epistemologi Islam klasik yang tetap relevan dalam wacana filsafat ilmu kontemporer.Kata kunci: Akal, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Jauhar al-Tauhid, Wahyu.