Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Penerapan Psak No. 10 Atas Selisih Kurs Dan Transaksi Mata Uang Asing Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Ni Made Yuli Andriningsih; Olif Jufita Awlia; Pipin Sulistia Ningsih; Sri Wulandari; Novia Rizki
Journal of Accounting, Finance, Taxation, and Auditing (JAFTA) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Magister Akuntansi FB-UK.Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jafta.v7i1.10135

Abstract

PSAK No. 10 merupakan standar menjelaskan cara mengintegrasikan transaksi valuta asing dan kegiatan usaha luar negeri ke dalam laporan keuangan entitas serta bagaimana menyajikan laporan keuangan dalam mata uang yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan PSAK No. 10 tentang pengaruh perubahan kurs valuta asing dalam laporan keuangan perusahaan, dengan menggunakan 12 artikel yang relevan sebagai objek kajian. Kemudian dari artikel tersebut ditelaah menggunakan teknik perbandingan untuk mengidentifikasi perusahaan mana yang telah menerapkan PSAK No. 10 dan perusahaan mana yang belum menerapkan PSAK No. 10. Dari hasil analisis tersebut, akan ditarik kesimpulan terkait implementasi PSAK 10. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kuantitatif. Temuan dari penelitian ini terhadap 12 perusahaan, seluruhnya telah menerapkan standar yang benar yaitu sesuai dengan PSAK No. 10 pada saat pengakuan awal. Namun, pada tahap pelaporan akhir dan penyajian, hanya 7 perusahaan yang konsisten menerapkan standar dengan benar, sementara sisanya masih ditemukan adanya kesalahan dalam pencatatan selisih kurs dan transaksi mata uang asing dalam laporan keuangannya. Penerapan PSAK No. 10 yang tepat dapat mengurangi risiko kesalahan yang dapat mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pemahaman dan konsistensi dalam penerapan standar ini demi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan.
Revealing the Meaning of Cost in the Metatah Ceremony of the Balinese Hindu Community on Lombok Island Ni Made Yuli Andriningsih; Ayudia Sokarina
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 2 (2025): February 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v4i2.74

Abstract

This research aims to reveal the meaning of cost in the Metatah ceremony of the Balinese Hindu community on Lombok Island. This study adopts an interpretive paradigm with an ethnographic methodology, collecting data through passive observation, in-depth interviews, and documentation from Balinese Hindus in Mataram City who have performed the Metatah ceremony. The findings indicate that Metatah costs hold diverse meanings, reflecting cultural and social values. These costs are seen as lascarya (sincere) and non-binding, as fulfillment of the obligations or debts of parents to their children, as spiritual investment for children and as bond of brotherhood. This study provides insight that Metatah costs have a non-materialistic, humanistic, and spiritual meaning, in contrast to the modern materialistic concept of cost.