Elsih Lestari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Menelaah Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Fabel melalui Model Pembelajaran Talking Stick dengan Teknik 4R pada Siswa Kelas VII C SMP Negeri 2 Margasari Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020: Array Elsih Lestari
Dialektika Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021): DIALEKTIKA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/dfkip.v5i1.776

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa dalam menelaah struktur dan unsur kebahasaan teks fabel dan belum terkuasainya model pembelajaran secara baik oleh guru pengampu. Tujuannya adalah penerapan model pembelajaran talking stick dengan teknik 4R dalam meningkatkan keeaktifan siswa dalam proses pembelajaran menelaah struktur dan unsur kebahasaan teks fabel bagi siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Margasari semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas, dengan sumber data penilaian unjuk kerja, observasi, wawancara, dan analisis data. Teknik analisis data yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif dilakukan pada saat melakukan analisis data instrumen penilaian unjuk kerja. Teknik kualitatif dilakukan pada analisis kegiatan wawancara. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak meningkatnya keaktifan belajar siswa pada proses pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran talking stick dengan teknik 4R pada pembelajaran materi menelaah struktur dan unsur kebahasaan adalah meningkatnya hasil belajar siswa. Secara klasikal siswa yang tuntas belajar pada kondisi awal adalah 11 siswa atau 38%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 65%, dan pada siklus II juga meningkat menjadi 25 siswa atau 81%.