ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan (Gap) kebutuhan media visual dalam proses transisi dari pembelajaran konvensional ke media animasi pada mata pelajaran Informatika di SMK Islam As-Syarief. Metode yang digunkaan adalah pendekatakan deskriptif-kuantitatif yang terintegrasi dalam kerangka analisis kebutuhan (needs assessment), melibatkan 30 siswa dan 3 guru mata pelajaran Informatika. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa media statis (PowerPoint tanpa animasi dan buku) yang dominan saat ini tidak mampu memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi abstrak dan prosedural. Analisis Gap mengidentifikasi kesenjangan paling lebar pada aspek Visualisasi Proses Abstrak (Skor Gap 2.7) antara kondisi dan ideal. Temuan ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan media animasi yang memiliki fitur visualisasi dinamis, interaktivitas sederhana, dan desain full-motion kontemporer (rata-rata skor kebutuhan ideal 4.5/5). Disimpulkan bahwa transisi ke media animasi adalah solusi pedagogis yang valid untuk meningkatkan daya tangkap siswa, dan pengembangan media selanjutnya harus memprioritaskan visualisasi proses abstrak, serta peningkatan kopmetensi guru. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris sebagai dasar konseptual untuk pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi pada pemecahan masalah materi abstrak di tingkat SMK. Kata Kunci: analisis kebutuhan, animasi, gap kebutuhan, media visual, pembelajaran konvensional, transisi digital. ABSTRACT This study aims to analyze the visual media needs gap in the transition process from conventional teaching to animated media for Informatics subjects at SMK Islam As-Syarief. The method employed was a descriptive-quantitative approach integrated within a needs assessment framework, involving 30 students and 3 subject teachers. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews, and direct observation. The results indicate that the currently dominant static media (non-animated PowerPoint and textbooks) is inadequate in facilitating student’s understanding of abstract and procedural material. Gap analysis identified the widest gap in the Abstract Process Visualization aspect (Gap Score 2.7) between the current and ideal state. This finding affirms an urgent need for animated media featuring dynamic visualization, simple interactivity, and contemporary full-motion design (average ideal needs score 4.5/5). It is concluded that the transition to animated media is a valid pedagogical solution for improving student comprehension. Future media development must prioritize the visualization of abstract processes, while also indicating the necessity of enhancing teacher competence. This study provides an empirical contribution as a conceptual basis for problem-solving-oriented digital learning media development at the vocational high school (SMK) level. Keywords: animated media, conventional learning, digital transition, gap analysis, needs assessment, visual media.