Ikhsan Mubarok
Universitas Kh. Mukhktar Syafa’at, Banyuwangi Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KODIFIKASI HADIS PADA ABAD KE-7–8 DENGAN TINJAUAN PENDEKATAN DAN METODOLOGI Budi Santoso; Ikhsan Mubarok; Liqo Mursidah
Journal of Islamic Religious Education Vol. 1 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joire.v1i3.2464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis proses kodifikasi hadis, dari masa awal Islam yang ditandai dengan pelarangan penulisan hadis hingga terbentuknya sistem kodifikasi ilmiah yang mapan pada abad ke-2 dan ke-3 Hijriyah. Fokus penelitian diarahkan pada alasan pelarangan penulisan hadis oleh Nabi Muhammad ﷺ, dinamika pengumpulan hadis oleh para sahabat dan Tabi'in, serta kontribusi ulama dalam menyusun kitab-kitab hadis tematik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi lapangan dan observasi partisipatif, serta analisis literatur primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, dan kajian teks klasik untuk menilai dampak sosial, budaya, dan ekonomi dari praktik kodifikasi hadis pada masyarakat Muslim kala itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarangan awal penulisan hadis didasarkan pada kekhawatiran bercampurnya Al-Qur’an dengan sabda Nabi, serta demi menjaga kekuatan hafalan para sahabat. Seiring perkembangan waktu dan kebutuhan hukum, hadis mulai ditulis dalam bentuk pribadi hingga menjadi bagian dari kebijakan institusional, terutama pada masa Umar ibn Abdul Aziz. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses kodifikasi hadis merupakan perjalanan panjang yang bersifat bertahap dan adaptif terhadap tantangan zaman. Perjalanan ini juga menandai lahirnya metode ilmiah yang ketat dalam menjaga keotentikan hadis, yang hingga kini menjadi fondasi penting dalam keilmuan Islam.   Kata Kunci : Kodifikasi Hadis, Larangan Penulisan, Tabi'in, Tadwin