Penelitian ini bertujuan untuk memetakan evolusi institusi pendidikan dalam peradaban Islam, menganalisis kontribusi metodologisnya, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap perkembangan pendidikan global hingga konteks Indonesia kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-analitis melalui studi kepustakaan, kritik sumber (eksternal dan internal), klasifikasi data, serta analisis heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi terhadap manuskrip klasik, dokumen wakaf, biografi intelektual Muslim, serta literatur akademik relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peradaban Islam klasik membangun sistem pendidikan yang terstruktur melalui evolusi institusi dari masjid dan kuttab, Bayt al-Hikmah, hingga madrasah yang didukung sistem wakaf, kurikulum holistik, serta metode pengajaran berbasis talaqqi, ijazah, observasi, dan eksperimen. Model kelembagaan, sistem akreditasi keilmuan, integrasi ilmu naqli dan ‘aqli, serta tradisi kritik sanad berkontribusi signifikan terhadap lahirnya metode ilmiah modern dan menjadi prototipe bagi universitas-universitas Eropa abad pertengahan. Dalam konteks Indonesia, warisan tersebut bertransformasi melalui pesantren dan madrasah yang terus beradaptasi dengan tuntutan globalisasi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam klasik memiliki peran fundamental dalam membentuk fondasi pendidikan global secara institusional dan metodologis, serta tetap relevan sebagai inspirasi pengembangan sistem pendidikan integratif yang menyeimbangkan spiritualitas dan kompetensi modern.