Miftahly Nurrokhim
Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Optimisme Mahasiswa Baru Dalam Mencapai Prestasi Dan Kontribusi Positif Pada Perguruan Tinggi Baru Miftahly Nurrokhim
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v5i1.581

Abstract

Mahasiswa baru memasuki lingkungan perguruan tinggi dengan tantangan yang beragam, mulai dari penyesuaian dengan lingkungan baru hingga menangani tuntutan akademik yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, optimisme menjadi aspek penting yang memainkan peran signifikan dalam pencapaian prestasi akademik dan kontribusi positif mahasiswa baru di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh optimisme terhadap kemampuan mahasiswa baru dalam mencapai prestasi akademik yang tinggi serta dampaknya terhadap kontribusi positif dalam kehidupan kampus. Dalam studi ini, pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap mahasiswa baru dari berbagai program studi di perguruan tinggi. Survei menggali informasi tentang tingkat optimisme mahasiswa, pencapaian akademik mereka, serta keterlibatan dalam kegiatan di luar kurikulum yang mendukung kontribusi pada komunitas kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat optimisme yang tinggi pada mahasiswa baru berkorelasi erat dengan pencapaian akademik yang lebih baik. Mahasiswa yang memiliki pandangan positif terhadap tantangan cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mengatasi rintangan akademik dan menyelesaikan tugas dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa yang optimis juga cenderung aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, proyek kolaboratif, dan berperan dalam kepemimpinan di lingkungan kampus. Dalam konteks perguruan tinggi baru, penting bagi institusi pendidikan untuk memperhatikan peran optimisme dalam pembentukan lingkungan yang mendukung perkembangan positif mahasiswa. Dengan menyediakan dukungan, pelatihan, dan lingkungan yang mendorong sikap optimis, perguruan tinggi dapat membantu mahasiswa baru menghadapi tantangan dengan keyakinan diri yang kuat, serta meraih prestasi akademik yang tinggi sambil memberikan kontribusi positif pada komunitas kampus.
Kesiapan Mahasiswa dalam Mengoptimalkan Teknologi Digital sebagai Penunjang Pembelajaran di Era Pendidikan 4.0 Arif Rohman Hakim; Muhammad Ifan Fauz; Miftahly Nurrokhim; Alifiatun Asyifah; Zidnal Falah
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 16 No 2 (2026): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v16i2.3258

Abstract

Era Pendidikan 4.0 menuntut integrasi teknologi digital secara masif dalam proses pembelajaran, sehingga kesiapan mahasiswa dalam mengoptimalkan teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan belajar. Meskipun akses terhadap perangkat dan internet semakin luas, kepemilikan teknologi belum otomatis berbanding lurus dengan kemampuan pemanfaatannya secara produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengoptimalkan teknologi digital sebagai penunjang pembelajaran serta menguji hubungan antara literasi digital, akses teknologi, dan efikasi diri dengan kesiapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif dan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert yang disebarkan kepada 320 mahasiswa yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi Pearson serta regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan mahasiswa berada pada kategori sedang menuju tinggi (rerata 3,78 dari 5), dengan dimensi akses teknologi paling tinggi dan dimensi kemampuan evaluasi informasi paling rendah. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara literasi digital (r = 0,64), efikasi diri (r = 0,58), dan akses teknologi (r = 0,41) dengan kesiapan mahasiswa. Secara simultan, ketiga variabel berkontribusi sebesar 52,3% terhadap kesiapan mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dan efikasi diri lebih menentukan daripada sekadar ketersediaan perangkat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi digital terintegrasi kurikulum untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi pembelajaran di era Pendidikan 4.0.