Hikmatu Ruwaida
STIQ Rakha Amuntai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar (SD) Hikmatu Ruwaida; Nida Mauizdati; Muhammad Nasir
An-Nashr : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari - Juni : An-Nashr Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Yayasan Asy-Syifa Amuntai Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65317/an-nashr.v2i1.46

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi sangat penting diimplementasikan di Sekolah Dasar, mengingat   pengembangan potensi baik itu kognitif, afektif dan psikomotorik menjadi fondasi dan titik awal penentu perkembangan pada level selanjutnya. Keberagaman peserta didik menjadi tantangan bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Dalam hal ini, pembelajaran berdiferensiasi mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik, menjawab kebutuhan belajar peserta didik yang beragam, serta membantu peserta didik  mengembangkan potensinya. Berdasarkan hal inilah penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis pembelajaran berdiferensiasi di SD dengan mengacu pada prinsip teori belajar anak usia SD. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang menganalisis data yang bersumber dari jurnal penelitian pembelajaran berdiferensiasi dan model pembelajaran berdiferensiasi di SD. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran berdiferensiasi di SD terdiri dari 3 bentuk. Pertama, pembelajaran berdiferensiasi konten, Contohnya, pembelajaran matematika kelas 1 topik membandingkan ukuran menggunakan meteran dengan mengukur benda yang disukai, maka benda yang diukur akan berbeda-beda. Kedua, pembelajaran berdiferensiasi proses, guru memperkenalkan perkalian dengan berbagai cara berdasarkan kesiapan peserta didik setelah melalui pre-asesmen. Misalnya, tabel angka digunakan untuk peserta didik yang memerlukan bantuan media dalam penjumlahan berulang; tanpa media jika peserta didik sudah mampu; dan menggunakan strategi mental math pada peserta didik yang lebih ahli. Ketiga, pembelajaran berdiferensiasi produk, contohnya guru kelas 5 pada Pelajaran Bahasa Indonesia akan menilai kemampuan peserta didik untuk menganalisis latar, alur, tokoh dan pesan dari cerita. Kelompok yang berminat menulis, menganalisisnya dengan menulis cerita berdasarkan topik yang dipilih; yang berminat berdiskusi/berbicara, menganalisis dengan menggunakan media video/presentasi; yang berminat pada sosiodrama, menganalisisnya  dengan menampilkan drama sederhana.