Articles
MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SMP NEGERI 1 ANGKINANG KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Abidarda, Yulizar
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.575 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v4i3.1791
Guidance and Counseling aims to help improve the quality of students, assuming to improve the quality of graduation, both in quality and quantity. Management in this study covers activities: planning (planing), organizing (organizing), preparation of personnel (stafing), direction and leadership (leading) and supervision (controling).The method used in this study is a qualitative descriptive method. A qualitative approach is a research process and understanding that is based on methodologies that investigate social phenomena and human problems.The results of the study were Factual Guidance Management and Counseling Conditions Based on Interviews with Principals: Guidance Program Planning and Counseling Organizing Guidance and Counseling Programs, Preparation of Guidance and Counseling, Guidance and Leadership Guidance and Angkinang Counseling, Supervision and evaluation of Guidance and Counseling Evaluation in Public Middle Schools 1 Angkinang Factual Condition of Guidance and Counseling Management Based on Interviews with Guidance Guidance and Planning Counseling Guidance and Counseling Program Organizing Guidance and Counseling in Obstacles in organizing guidance and counseling, Guidance Preparation Guidance and Guidance and Guidance Counseling and Counseling Guidance Evaluation and Counseling Evaluation in Middle School Negeri 1 AngkinangConclusions in the study: Guidance and counseling planning was made at the beginning of the school year, involving all authorized staff, organizing Guidance and Counseling in its management effectively, arranging guidance and counseling personnel carried out alternately in accordance with the capabilities of the person. by the principal, where supervision is carried out by the principal and special supervisor of the education office with provisions that are adjusted to their needs, and assessment of guidance and counseling in accordance with the performance carried out by the supervising teacher, if the performance is good.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS CIPP DI SMP KOTA BANJARMASIN
Qasthalani, Qasthalani;
Jarkawi, Jarkawi;
Ridhani, Akhmad Rizkhi;
Abidarda, Yulizar
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.575 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v5i1.1841
Evaluation is an important activity in management because evaluation of a program can be seen as exhausted. There are several facts in the field regarding Guidance and Counseling evaluation, namely the lack of BK teacher knowledge of the Guidance and Counseling evaluation model, BK teachers are more focused on evaluating the process and the results relating to students and counselors using the 2014 and 2016 Guidance and Counseling Guidance BK teachers who do not have Guidance and Counseling guidelines as a reference for evaluating Guidance and Counseling. The purpose of this study is to find out the factual conditions of Guidance and counseling evaluation, analyze the needs of BK teachers for CIPP based Guidance and Counseling model evaluation and produce CIPP based Guidance and Counseling based evaluation models. The research method used is Research and Development (R & D) carried out with 4 steps namely preliminary study, hypothetical model development, expert validation and model revision. The analysis technique used uses miles and huberman techniques. The results of the study, the BK teacher carried out Guidance and Counseling evaluations well but not yet maximally, the BK teacher needed a comprehensive evaluation model and CIPP based Guidance and Counseling model evaluations that had been validated by experts and practitioners. CIPP based guidance and counseling that has been validated by experts and practitioners.
Peer Counseling : Upaya Dalam Meminimalisir Masalah Remaja
Akhmad Rizkhi Ridhani;
Yulizar Abidarda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/aks.v4i1.2742
ABSTRAK Masa kian berubah dari tahun ke tahun, seiring perubahan tersebut tentunya banyak fenomena yang kita lihat dan rasakan, tak terkecuali fenomena masalah yang terjadi di remaja, khususnya di Indonesia. Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mulai tumbuh dari masa kanak-kanak menuju masa penemuan jati diri, dimana pada saat-saat seperti itulah biasanya para remaja akan bertingkah sembarangan tanpa memikirkan akibat apa yang akan terjadi dari perbuatannya tersebut. Sering kali dengan kelakuan sembarangannya itu para remaja mendapatkan masalah yang tidak ringan. Maka oleh sebab itu perlu dicanangkan program peer-counseling bagi remaja sehingga mereka dapat mengungapkan masalahnya dengan memanfaatkan teman sejawat. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja, hubungan sebaya ini menimbulkan suatu hubungan saling percaya antar teman sebaya. Hubungan ini dapat menimbulkan suatu perilaku dimana remaja lebih percaya terhadap teman sebaya daripada dengan orang tua, sehingga pembentukan dan pelatihan konselor sebaya dapat menjadi suatu pilihan yang tepat dalam upaya membentengi anak atau remaja dari pengaruh negatif lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: masalah remaja; peer counseling. ABSTRACTThe period has changed from year to year, as these changes certainly have many phenomena that we see and feel, including the phenomenon of problems that occur in adolescents, especially in Indonesia. Adolescence is a period where a person begins to grow from childhood to the time of discovery of identity, where at times like that usually the teenagers will act carelessly without thinking about the consequences of what will happen from these actions. Often with careless behavior, teenagers get problems that are not light. Therefore, it is necessary to launch a peer-counseling program for adolescents so that they can express their problems by using colleagues. Peer relationships have a strong role in adolescent life, this peer relationship creates a trusting relationship between peers. This relationship can lead to a behavior where adolescents are more trusting of peers than with parents, so the formation and training of peer counselors can be an appropriate choice in an effort to fortify children or adolescents from the negative influences of the surrounding environment.Keywords: peer counseling; youth problems.
Implementasi 21st Century Community Counseling Program bagi Anak Kurang Beruntung di Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua
Rudi Haryadi;
Muhammad Eka Prasetia;
Akhmad Rizkhi Ridhani;
Yulizar Abidarda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/btjpm.v2i2.2128
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk untuk memberikan pelatihan 21st century skill melalui pelayanan bimbingan dan konseling secara terprogram bagi anak-anak kurang beruntung agar mampu mencegah masuknya pengaruh negatif lingkungan urban bagi mereka. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Singgah milik Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua. Kegiatan ini mempunyai 11 metode terprogram yang dilaksanakan berkesinambungan selama 6 bulan. Tujuh dari sebelas program konseling komunitas telah dilaksanakan secara tatap muka, yaitu: (1) koordinasi program dengan pengelola komunitas; (2) asesmen dan orientasi program; (3) bimbingan klasikal teknik kuis dan teka-teki; (4) pelatihan keterampilan bahasa asing dasar; (5) bimbingan klasikal tema ‘leadership’ dengan Teknik storytelling dan symbolic modeling; (6) bimbingan kelompok tema ‘problem solving’ dengan metode permainan eduaktif; dan (7) konseling kelompok art therapy. Sedangkan 4 sisanya dilaksanakan secara daring karena adanya pemberlakuan aturan social-distancing akibat Pandemi Covid-19, yaitu: (1) bimbingan karier tema cita-cita dan masa depan; (2) konseling individual; (3) gerakan sadar literasi; dan (4) asesmen akhir. Hasil asesmen pada sebelum dan sesudah program menunjukkan adanya peningkatan kecil 21st century skills anak (+7,8 poin). Direkomendasikan agar kegiatan ini dapat terus diterapkan guna memperoleh efek yang lebih baik dalam peningkatan 21st century skills pada anak. Community service activities aim to provide 21st-century skills training through programmatic guidance and counselling services for disadvantaged children to be able to prevent the entry of negative influences on the urban environment for them. The activity held at the Rumah Singgah owned by the Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua. This activity has 11 programmed methods that are carried out continuously for six months. Seven of the eleven community counselling programs have been carried out face-to-face: (1) program coordination with community managers; (2) assessment and orientation of the program; (3) classical guidance on quiz and puzzle techniques; (4) basic foreign language skills training; (5) classical guidance on the theme 'leadership' with storytelling and symbolic modelling techniques; (6) theme group guidance ‘problem solving’ with educational methods; and (7) art therapy group counselling. While the remaining four are carried out online because of the enactment of social-distancing rules due to the Covid-19 Pandemic: (1) career guidance on the themes of ideals and future; (2) individual counselling; (3) literacy conscious movements; and (4) final assessment. The results of the assessment before and after the program showed a small increase in 21st-century children's skills (+7,8 points score). It is recommended that this activity can continue to be applied to obtain a better effect in improving 21st-century skills in children.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN USAHA REKONTRUKSI ASSESMENT DAN INTERVENSI (MURAI) PADA PELAKSANAAN LAYANAN BK DI WILAYAH LAHAN RAWA
Jarkawi Jarkawi;
Yulizar Abidarda;
Mahfus Mahfus
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.845 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i4.4291
Layanan bimbingan dan konseling (BK) dari tahun ketahun terus menunjukan eksistensinya terkhusus pada lembaga pendidikan formal (sekolah), hal ini dapat dilihat dari perkembangan model layanan yang dulunya dikenal sebagai BK pola 17, BK pola 17+, BK perkembangan, BK komprehensip, dan yang saat ini ramai diperbincangkan oleh praktisi bidang bimbingan dan konseling yakni POP (Panduan Operasional Pelayanan) BK. Namun perlu kita sadari bahwa pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dengan segenap komponen di dalamnya tidak serta merta berjalan lancar, masih ada beberapa aspek yang mengalami hambatan ketika dilaksanakan di sekolah.Metode penelitian yang digunakan peneliti yakni penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan sebuah model manajemen usaha rekonstruksi assessment dan intervensi dalam pelayanan bimbingan dan konsleing di wilayah lahan rawa. Instrument pengumpul data menggunakan lembar validator ahli yang dianalisis menggunakan model analisa interaktif yang dikembangan oleh miles and huberman.Hasil dari pada penelitian ini ialah lahirnya model manajemen usuha rekontruksi assessment dan intervensi dalam pelayanan bimbingan dan konseling di wilayah lahan rawa. Peneltian ini masih terdapat kekurang yakni hanya sampai melahirkan sebuah model, maka oleh sebab itu disarankan untuk peneliti selanjut agar melakukan uji expert dan uji efektifitas untuk mengetahui sejauh mana model ini bisa digunakan.
Pengembangan Model Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Jarkawi Jarkawi;
Yulizar Abidarda
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 3 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i3.357
The purpose of this study is to produce guidance and counseling management products in elementary schools by adjusting the characteristics of students in swampland, where the development component focuses on (1) planning, (2) organizing, (3) implementing, (4) evaluating, and (5) follow-up. The methodology used by the researcher is research and development, by adopting four of the 10 stages of Borg and Gall, including the following: (1) preliminary study. (2) hypothetical development, (3) hypothetical model review, (4) revision. The results of this study are: (1) guidance and counseling services in elementary schools have not been ideal in their implementation, (2) compiled and validated a prototype of guidance and counseling management in elementary schools in swampy areas. The conclusion obtained from this study is that the guidance and counseling management model in elementary schools in swampy areas has been tested, (1) considering that this model has been validated by academics with a background in guidance and counseling education, and validated by school teacher practitioners. which will later carry out guidance and counseling services at the schools where they work.
Program Bimbingan dan Konseling bagi Anak yang mengalami Speech Delay
Yulizar Abidarda;
Akhmad Rizkhi Ridhani
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 3 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/bocp.v4i3.367
Children who experience speech delay or what is more commonly called speech delay are children with special needs. Children with special needs are children who differ in several ways from other normal people. That difference is physically, psychologically, cognitively, or socially late in reaching the maximum. The problems of children with special needs can be seen including hearing, visual, speech, mental and emotional disorders. Children who experience speech and language disorders are at risk of experiencing learning difficulties, difficulty reading and writing and will lead to less overall academic achievement, this can continue into young adulthood. The purpose of this research is to produce a product, namely a counseling program for children who experience speech delay. The methodology used is research and development research and development, which is a research method used to produce certain products and test the effectiveness of these products, in which in this study researchers only reached the product development stage. As for the data analysis technique used to analyze the problems that have been formulated previously, an interactive analysis model was used, which was developed by Miles and Huberman. The results of this study are the formulation of a counseling program for children who experience speech delay based on empirical and theoretical studies.
Pelatihan penggunaan aplikasi instrumen DCM (daftar cek masalah) bagi KKG Gugus Sungai Jingah
Yulizar Abidarda;
Jarkawi Jarkawi;
Akhmad Rizkhi Ridhani
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pentingnya assesmen dalam pembelajaran dan umpan balik sangat dibutuhkan dalam menunjang proses belajar siswa. Lebih banyak waktu dapat dihabiskan untuk proses pembelajaran asesmen terkait penjaminan mutu dibandingkan dengan kemungkinan mendukung minat belajar siswa. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi guru dan keduanya perlu didamaikan. Artinya asesmen dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya dapat menunjang perkembangan siswa. Namun fakta dilapangan ditemukan bahwa guru BK sebelum sepenuhnya ada di SD, sarana dan prasaranan untuk kelangsungan program BK belum ada, guru tidak tahu bentuk-bentuk instrumen analisis kebutuhan yang berguna bagi peserta didik, dan guru tidak paham tentang mengembangkan instrument untuk kebutuhan analisis kebutuhan yang bermanfaat untuk peserta didik
Pelatihan penyusunan skala psikologis untuk analisis kebutuhan awal siswa Sekolah Dasar bagi KKG Gugus Sungai Jingah
Jarkawi Jarkawi;
Yulizar Abidarda;
Akhmad Rizkhi Ridhani
MADDANA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): MADDANA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam 45 Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sebagai suatu usaha mencerdaskan kehidupan anak bangsa tentunya guru harus berupaya penuh dalam mewujudkan hal tersebut. Langkah awal seorang guru dalam merencanakan program untuk peserta didik tentunya harus berdasarkan kebutuhan yang diinginkan oleh peserta didik itu sendiri, tak terkecuali layanan bimbingan dan konseling. Namun fakta dilapangan ditemukan bahwa guru BK sebelum sepenuhnya ada di SD, sarana dan prasaranan untuk kelangsungan program BK belum ada, guru tidak tahu bentuk-bentuk instrumen analisis kebutuhan yang berguna bagi peserta didik, dan guru tidak paham tentang mengembangkan instrument untuk kebutuhan analisis kebutuhan yang bermanfaat untuk peserta didik.
DINAMIKA KEPRIBADIAN ISLAMI (Studi Fenomenologi Masyarakat Kabupaten Banjar)
Abidarda, Yulizar;
Ridhani, Akhmad Rizkhi
Journal Prakarsa Paedagogia Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v7i1.11139
Layanan bimbingan dan konseling merupakan bentuk layanan yang diberikan oleh konselor kepada konseling untuk mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki oleh konseli tersebut. Maka oleh sebab itu penting bagi seorang konselor untuk dapat memahami kondisi konseli agar mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kondisi masalah yang dihadapi oleh konseli. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menemukan dinamika kepribadian islami melalui studi fenomenologi masyakatar di kabupaten banjar. Metode penelitian yang digunakan yakni melalui pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil yang diperoleh yakni d kepribadian islam masyarakat terbentuk dari aktivitas agamis yang dilakukan secara dinamis dengan mengikuti kegiatan pengajian untuk memperoleh pengetahuan tentang agama dan tata cara beragama, serta mengamalkan pengetahuan agama tersebut dalam kesehariannya seperti bersikap, berperilaku, dan berkomunikasi sesuai pedoman al-quran, hadis, dan sumber pendukung lain yang disepakati oleh alim ulama. Kemudian dari pada itu dinamika kepribadian islami berkaitan langsung dengan nafsun, yang dimana nafsu tersebut terbagi menjadi 3 bagian yakni : (1) nafsu amaratau bi as-Su’ merupakan kesadaran manusia yang lebih dominan pada tabiat pemuasan hasrat, kemudian dari pada itu (2) nafsu lawwamah merupakan kekuatan psikis (jiwa) yang telah sadar menggunakan logikanya untuk berpikir rasional sehingga menyadari akan tindakan yang salah, selanjutnya (3) nafsu al-mutmainnah merupakan kekuatan psikis yang membawa jiwa kepada tuntunan, petunjuk, serta pemeliharaan yang baik.