Nova Fitria
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Pelaksanaan Kegiatan Sekolah yang Melibatkan Masyarakat dalam Kerangka Outcome-Based Education (OBE) Muhammad Ahyat Rahliannor; Fahrina Inayah; Nova Fitria; Hikmah; Laila Salatiah; Muhammad Lukman Hakim; Suhaimi
An-Nashr : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari - Juni : An-Nashr Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Yayasan Asy-Syifa Amuntai Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65317/an-nashr.v4i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis etika pelaksanaan kegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat dalam kerangka Outcome-Based Education. Kajian difokuskan pada bentuk kegiatan yang melibatkan masyarakat, prinsip etika yang diterapkan, serta kaitannya dengan capaian pembelajaran siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data guru atau pengelola kegiatan, siswa, anggota masyarakat, serta dokumen kegiatan sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seperti pengabdian siswa, literasi komunitas, proyek lingkungan, dan kewirausahaan sosial dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mendukung pengembangan kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, dan pemecahan masalah nyata. Prinsip etika yang menonjol meliputi partisipasi sukarela masyarakat, penghormatan terhadap nilai dan budaya lokal, transparansi tujuan kegiatan, kebermanfaatan bersama, serta tanggung jawab sosial sekolah. Dalam kerangka OBE, kegiatan tersebut dirancang untuk mendukung capaian pembelajaran pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan pemahaman masyarakat, koordinasi, dan perbedaan kepentingan, sehingga diperlukan perencanaan kolaboratif, sosialisasi yang jelas, serta pedoman etika dalam pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat.