Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Farmers’ Knowledge Gaps in Irrigation Modernization: A SECI Model Approach in the Krueng Aceh Region Dewi Sri Jayanti; Ferijal Teuku
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.639-651

Abstract

The modernization of irrigation systems requires farmers to manage knowledge effectively, adapt to technological changes, and participate actively in increasingly complex institutional arrangements. This study analyzed farmers’ knowledge gaps (K-Gap) and the knowledge transformation process using the SECI model in the Krueng Aceh region. A descriptive mixed-methods approach was applied through interviews, observations, questionnaires, and documentation. Quantitative analysis using PLS-SEM assessed inter-variable relationships, while K-Gap and IPA identified priority knowledge areas. All constructs met validity and reliability requirements, with Composite Reliability values ranging from 0.835 to 0.982 and AVE values between 0.559 and 0.933. The conformity level of 99.32% indicated strong alignment between farmers’ perceptions and expectations of institutional performance. K-Gap analysis showed that infrastructure had the highest knowledge gap (0.05), while water management had the lowest (0.02). The integrated results of IPA and SECI revealed strengths in the socialization and internalization stages, indicated by active participation, mutual cooperation, and consistent water distribution, while weaknesses were concentrated in the externalization and combination stages, particularly in documentation and knowledge integration. Therefore, strengthening SECI-based knowledge management is recommended, with emphasis on improved documentation, technical capacity building, and more effective support systems to ensure the sustainability of irrigation modernization in the Krueng Aceh.
Pemanfaatan Limbah Tahu Menjadi Kerupuk dan Nata de Soya dalam Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Siti Mechram; Raida Agustina; Dewi Sri Jayanti; Sri Hartuti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i1.57

Abstract

Industri tahu adalah industri skala kecil menengah yang banyak berkembang di masyarakat.  Ampas tahu merupakan hasil samping dalam proses pembuatan tahu yang yang berbentuk padat. Pemanfaatan limbah industri tahu menjadi produk seperti : kerupuk ampas tahu, nata de soya, juga bermaksud untuk memberdayakan perempuan yang tergabung dalam kelompok tani dan koperasi wanita. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan ampas tahu menjadi olahan kerupuk dan nata de soya dan diharapkan adanya keberlanjutan pembuatan kerupuk dan nata de soya dari ampas tahu setelah pelatihan usai guna menunjang menambah pendapatan. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah metode penyuluhan dan pembuatan produk. Hasil dari kegiatan ini adalah respon baik dari peserta penyuluhan dan adanya minat yang besar dari peserta penyuluhan untuk memanfaatkan ampas tahu menjadi produk kerupuk dan nata de soya sebagai produk olahan yang diminati konsumen.