Proyek PLTP Tawa Songa Wayaua di Halmahera Selatan berada pada kawasan dengan kondisi geoteknik kompleks akibat formasi vulkanik aktif dan topografi perbukitan, sehingga evaluasi kestabilan lereng pada pekerjaan timbunan waterpond menjadi aspek krusial dalam menjamin keamanan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Keamanan (FK) lereng pasca konstruksi, menilai pengaruh rembesan air terhadap stabilitas dan deformasi, serta merumuskan rekomendasi perkuatan sesuai kriteria SNI 8460:2017. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis numerik terintegrasi, yaitu GeoStudio (metode Bishop dan Morgenstern–Price) untuk analisis keseimbangan batas, serta Plaxis (metode elemen hingga) untuk analisis deformasi. Data tanah diperoleh dari hasil uji SPT dan pengujian laboratorium pada titik bor BH12 dan BH13. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi jangka pendek (undrained), lereng memiliki FK sebesar 1,619–2,967, memenuhi syarat aman FK ≥ 1,5. Namun pada kondisi jangka panjang (drained) dengan muka air penuh, FK menurun menjadi 0,965–1,338, dan pada kondisi gempa (kh = 0,24) turun lebih lanjut menjadi 0,610–0,872, yang mengindikasikan ketidakstabilan lereng (FK < 1,5). Rembesan air dari waterpond meningkatkan deformasi, dengan total displacement maksimum 0,1424 m pada titik H2. Pada kondisi rapid drawdown, FK berada pada rentang 1,509–1,578, masih memenuhi batas aman FK ≥ 1,3. Penerapan perkuatan kombinasi gabion dan geogrid Miragrid GX 400/50 terbukti efektif meningkatkan stabilitas lereng, dengan FK statis mencapai 2,105–2,332 dan FK gempa mencapai 1,209–1,411. Evaluasi stabilitas internal menunjukkan bahwa tahanan putus dan tahanan cabut geogrid memenuhi persyaratan dengan FK > 20, sementara stabilitas eksternal terhadap guling, geser, dan daya dukung tanah juga memenuhi ketentuan SNI. Perbandingan hasil GeoStudio dan PLAXIS menunjukkan variasi nilai FK akibat perbedaan pendekatan analisis (LEM vs FEM), namun keduanya konsisten menyimpulkan bahwa perkuatan gabion–geogrid secara signifikan meningkatkan kestabilan lereng. Kata kunci: PLTP Tawa Songa Wayaua, stabilitas lereng, timbunan waterpond, rembesan, geogrid, gabion, faktor keamanan