Tabasi, Walsus Prasetya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kepemimpinan Ekologis Kristen: Peran Pendidikan dalam Kesadaran Lingkungan Gereja Gandi, Indah Lestari; Tabasi, Walsus Prasetya; Sari, Desi Ratna
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 7 No 2: November 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v7i2.329

Abstract

The global ecological crisis demands a serious response from the church, grounded in creation theology and stewardship. This article highlights the role of Christian education as a strategic instrument in shaping ecological leadership capable of mobilizing the church to engage in environmentally conscious communal transformation. The theological foundation rests on three pillars: creation theology in Genesis 1–2, which emphasizes the intrinsic value of creation and the mandate of stewardship; ecological Christology in Colossians 1:15–20, which presents Christ's vision of cosmic reconciliation; and ecological eschatology according to Romans 8:19–22, which offers hope for the renewal of creation. Implementation is carried out by integrating an ecological perspective into church education curricula and liturgy and by forming leaders who can translate theology into concrete action. Such eco-leadership makes the church an agent of transformation for the sustainability of God's creation.   Abstrak. Krisis ekologis global menuntut respons serius dari gereja melalui kepemimpinan yang berakar pada teologi penciptaan dan penatalayanan. Artikel ini menyoroti peran pendidikan Kristiani sebagai instrumen strategis dalam membentuk kepemimpinan ekologis yang mampu memobilisasi gereja untuk terlibat dalam transformasi komunal yang peduli terhadap lingkungan. Fondasi teologisnya bertumpu pada tiga pilar: teologi penciptaan dalam Kejadian 1–2 yang menekankan nilai intrinsik ciptaan dan mandat pemeliharaan; kristologi ekologis dalam Kolose 1:15–20 yang menghadirkan visi rekonsiliasi kosmik oleh Kristus; serta eskatologi ekologis menurut Roma 8:19–22 yang memberi harapan pembaruan ciptaan. Implementasi dilakukan melalui integrasi perspektif ekologis dalam kurikulum pendidikan gereja, liturgi, dan pembentukan kompetensi pemimpin yang mampu menerjemahkan teologi menjadi aksi nyata. Kepemimpinan ekologis demikian menjadikan gereja agen transformasi menuju keberlanjutan ciptaan Allah.