This Systematic Literature Review (SLR) aims to identify the underlying factors, with particular emphasis on the dialectic between financial pressures and lifestyle demands, while also formulating strategies for prevention. Following the PRISMA 2020 protocol, literature searches across Google Scholar, Garuda, PubMed, DOAJ, and Atlantis Press (2020–2026) yielded 214 articles, of which 42 met the inclusion criteria and were analyzed. Findings indicate that participation in sex work among educated populations is not solely driven by absolute poverty, but also by relative deprivation, consumerist lifestyles, social pressures, and the facilitative role of digital technologies. The interplay between material needs and psychosocial drivers creates a reinforcing cycle. From the synthesis of the literature, five pillars of prevention were identified: strengthening Islamic education, fostering supportive campus environments, enhancing parental supervision, implementing government regulations, and promoting digital literacy. Nevertheless, empirical evaluations of intervention strategies remain scarce. Thus, multidisciplinary approaches involving educational institutions, families, and regulators are urgently required to break the financial–lifestyle dialectic that sustains student involvement in commercial sex work. Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab dengan menekankan dialektika antara tekanan finansial dan gaya hidup, serta merumuskan strategi penanggulangannya. Dengan mengikuti protokol PRISMA 2020, pencarian literatur pada Google Scholar, Garuda, PubMed, DOAJ, dan Atlantis Press (periode 2020–2026) menghasilkan 214 artikel, yang setelah diseleksi menyisakan 42 artikel untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlibatan populasi terdidik dalam pekerjaan seksual tidak hanya dipicu kemiskinan absolut, melainkan juga kemiskinan relatif, gaya hidup konsumtif, tekanan sosial, serta teknologi digital yang berfungsi sebagai fasilitator. Dialektika antara kebutuhan material dan dorongan psikososial membentuk pola saling menguatkan. Dari sintesis literatur, teridentifikasi lima pilar penanggulangan: penguatan Aendidikan Agama Islam, penciptaan lingkungan kampus yang kondusif, pengawasan orang tua, regulasi pemerintah, dan peningkatan literasi digital. Namun demikian, studi evaluasi intervensi masih sangat terbatas. Oleh karena itu, intervensi multidisiplin yang melibatkan institusi pendidikan, keluarga, dan regulator menjadi kebutuhan mendesak untuk memutus lingkaran dialektika finansial dan gaya hidup yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pekerjaan seksual. Kata Kunci : Gaya Hidup, Pekerjaan Seksual, Populasi Terdidik, Systematic Literature Review, Tekanan Finansial