Pemakaian antibiotik yang berlebihan serta penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat umum merupakan kontributor utama terhadap meningkatnya resistensi antibiotik, yang merupakan masalah utama dalam kesehatan dunia. Meskipun banyak penelitian menyoroti mahasiswa dan tenaga kesehatan, masih terbatas kajian yang meneliti bagaimana mahasiswa non-kesehatan memahami dan menggunakan antibiotik secara rasional. Studi ini bermaksud guna menganalisa hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik dengan resep dokter pada mahasiswa non-kesehatan di Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Bali Dwipa. Sebanyak 69 partisipan dipilih secara acak dari stratified random sample untuk desain cross-sectional studi kuantitatif ini. Kuesioner yang bisa dipercaya serta baku yang mengukur pengetahuan serta perilaku penggunaan antibiotik dipakai dalam menghimpun data. Variabel yang berhubungan dengan hubungan ditentukan dengan analisa statistik memakai pengujian Chi-Square dengan ambang batas signifikansinya 0,05. Temuan studi memperlihatkan bahwasanya di antara mahasiswa, 40,6% mempunyai pengetahuan yang sedang, 34,8% mempunyai pengetahuan yang tinggi, serta 43,5% bertindak secara bertanggung jawab dalam menggunakan antibiotik. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan serta perilaku (p = 0,000) dalam pengujian Chi-Square, yang mengindikasikan bahwasanya mereka yang mempunyai pemahaman yang lebih baik memakai antibiotik secara lebih rasional. Dalam hal penggunaan antibiotik secara rasional, pengetahuan adalah kekuatan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif bagi mahasiswa non-kesehatan guna meningkatkan literasi kesehatan dan mencegah penyebaran resistensi antibiotik melalui penggunaan obat yang bijak