Penelitian ini mengkaji penerapan metode latihan drill adaptif untuk menguatkan teknik vokal paduan suara kelompok remaja dan dewasa di Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius Kendari. Masalah penelitian tidak hanya terletak pada penggunaan latihan berulang, tetapi pada belum tersusunnya model pedagogis yang menghubungkan diagnosis kemampuan vokal, kebutuhan latihan menurut kelompok usia, pengulangan teknik, konsolidasi harmoni, dan evaluasi reflektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data evaluatif hasil tes teknik vokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penilaian teknik vokal terhadap dua pelatih dan dua puluh empat anggota paduan suara. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan paduan suara dilaksanakan melalui pemanasan fisik dan vokal, drill vokalisi, pembelajaran materi lagu, pengelompokan suara, latihan gabungan, dan umpan balik. Kelompok remaja memperoleh nilai rata-rata teknik vokal 81,88 dengan rentang 70,00 hingga 92,50, sedangkan kelompok dewasa memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi dan stabil, yaitu 91,77 dengan rentang 86,25 hingga 96,25. Kebaruan artikel ini adalah formulasi model drill adaptif D-V-H-R, yaitu diagnosis vokal, drill vokalisi, harmonisasi lagu, dan refleksi evaluatif. Model ini menunjukkan bahwa drill memiliki makna ilmiah apabila tidak dipahami sebagai pengulangan mekanis, tetapi sebagai siklus latihan yang terstruktur, korektif, dan peka konteks. Penelitian ini berkontribusi pada pedagogi paduan suara dengan menawarkan kerangka latihan bagi paduan suara komunitas dan gereja yang memiliki latar kemampuan musikal beragam.