Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN PENDIDIKAN PROFETIK DALAM MEMBANGUN KARAKTER SANTRI DI TPQ HIDAYATUSH SHIBYAN BOJONGSARI PURBALINGGA Dwi Pangestika, Ayu
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 5 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i5.573

Abstract

Pendidikan profetik adalah model pembelajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah guna membentuk pribadi yang produktif dan berkontribusi dalam peradaban ilmu, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter santri menjadi aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya pada usia dini, mengingat masih ditemukannya perilaku santri yang kurang disiplin, kurang sopan, mudah bertengkar, dan belum mencerminkan akhlak mulia. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dan praktik nyata. Dengan demikian, TPQ Hidayatush Shibyan Bojongsari Purbalingga sebagai lembaga pendidikan nonformal berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius dan akhlak mulia. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan Pendekatan Pendidikan Profetik dalam Membangun Karakter Santri di TPQ Hidayatush Shibyan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif analitik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi metode dan sumber data. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa: 1) Pendekatan pendidikan profetik menerapkan tiga pilar utama, yaitu transendensi melalui pembiasaan ibadah dan kesadaran spiritual; humanisasi melalui penanaman adab sopan santun, penggunaan bahasa krama, dan kepedulian sosial; serta liberasi sebagai upaya membebaskan santri dari perilaku negatif melalui pengawasan perilaku, penegakan tata tertib, dan penanaman tanggung jawab; 2) Metode yang digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, bercerita, nasihat, audio visual, klasikal, demonstrasi, dan permainan edukatif; 3) Dampaknya terlihat pada terbentuknya karakter santri yang religius, berakhlak mulia, peduli sesama, serta disiplin dan bertanggung jawab.     Pendidikan profetik adalah model pembelajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah guna membentuk pribadi yang produktif dan berkontribusi dalam peradaban ilmu, serta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter santri menjadi aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya pada usia dini, mengingat masih ditemukannya perilaku santri yang kurang disiplin, kurang sopan, mudah bertengkar, dan belum mencerminkan akhlak mulia. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dan praktik nyata. Dengan demikian, TPQ Hidayatush Shibyan Bojongsari Purbalingga sebagai lembaga pendidikan nonformal berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius dan akhlak mulia. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji terkait dengan Pendekatan Pendidikan Profetik dalam Membangun Karakter Santri di TPQ Hidayatush Shibyan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif analitik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi metode dan sumber data. Dalam penelitian ini diperoleh bahwa: 1) Pendekatan pendidikan profetik menerapkan tiga pilar utama, yaitu transendensi melalui pembiasaan ibadah dan kesadaran spiritual; humanisasi melalui penanaman adab sopan santun, penggunaan bahasa krama, dan kepedulian sosial; serta liberasi sebagai upaya membebaskan santri dari perilaku negatif melalui pengawasan perilaku, penegakan tata tertib, dan penanaman tanggung jawab; 2) Metode yang digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, bercerita, nasihat, audio visual, klasikal, demonstrasi, dan permainan edukatif; 3) Dampaknya terlihat pada terbentuknya karakter santri yang religius, berakhlak mulia, peduli sesama, serta disiplin dan bertanggung jawab.