Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing Critical Thinking Through General Education: A Study of Student Development Dimas Setiyawan
JELIM : Journal of Education, Language, Social and Management Vol. 4 No. 1 (2026): May
Publisher : CENDEKIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/jelim.v4i1.658

Abstract

This study examines the role of general education in enhancing students’ critical thinking skills and supporting their overall intellectual development. In the context of modern education, critical thinking has become an essential competency that enables students to analyze information, evaluate arguments, and make informed decisions. General education, with its interdisciplinary and broad-based approach, provides a strong foundation for fostering these higher-order thinking skills. This research employed a qualitative design to explore students’ and lecturers’ experiences in general education courses. The participants consisted of undergraduate students and lecturers selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, including course syllabi and students’ assignments. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and key themes related to the development of critical thinking skills. The findings reveal that student-centered teaching strategies, such as discussions, debates, and problem-based learning, significantly contribute to the enhancement of critical thinking. Active student engagement and collaborative learning environments were also found to play a crucial role in promoting analytical and reflective thinking. In addition, interdisciplinary learning experiences in general education enable students to connect knowledge across different fields and approach complex problems from multiple perspectives. However, several challenges were identified, including students’ lack of confidence, limited participation, and constraints related to time and class size. In conclusion, general education serves as an effective platform for developing students’ critical thinking skills when supported by appropriate teaching methods, active engagement, and well-designed curricula. The study suggests that educators and institutions should prioritize interactive and student-centered approaches to maximize the potential of general education in fostering critical thinking.
Integrasi Pendidikan Karakter dan Nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka Dimas Setiyawan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2026): May
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v4i1.665

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta menekankan penguatan karakter dan kompetensi. Dalam implementasinya, integrasi pendidikan karakter dan nilai Islam menjadi aspek penting untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Namun, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial menyebabkan terjadinya penurunan karakter di kalangan peserta didik, seperti rendahnya disiplin, kurangnya rasa hormat, serta meningkatnya pengaruh negatif media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan karakter dan nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka serta menjelaskan implementasi dan tantangan penerapannya dalam dunia pendidikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan karakter, pendidikan Islam, dan Kurikulum Merdeka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dan nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka dapat dilakukan melalui proses pembelajaran, budaya religius sekolah, keteladanan guru, serta kegiatan berbasis proyek. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial menjadi dasar pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran Islami juga dapat mendukung proses penanaman nilai karakter secara lebih efektif. Meskipun demikian, implementasi pendidikan karakter masih menghadapi beberapa tantangan, seperti pengaruh negatif media sosial, kurangnya pemahaman guru, dan minimnya kerja sama antara sekolah dan keluarga. Dengan demikian, integrasi pendidikan karakter dan nilai Islam dalam Kurikulum Merdeka menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang cerdas, religius, dan berakhlakul karimah.