Hasanah Purnamasari
Sekolah Tinggi Agama Islam Kupang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI AKHLAK DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU QAYYIM AL-JAUZIYYAH Hasanah Purnamasari; Siti Asiyah Asiyah; Jufri Jufri
Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Togo Ambarsari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59106/abs.v5i2.376

Abstract

Pendidikan Islam tidak hanya menitikberatkan aspek akademik, tetapi juga penanaman moral dan karakter sebagai fondasi utama pembentukan individu Muslim yang bertaqwa. Salah satu tantangan Pendidikan Islam hari ini adalah permasalahan degradasi moral dan kurangnya penanaman akhlak dalam sistem pendidikan saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis kualitatif terhadap karya-karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah serta literatur terkait pendidikan moral. Dalam struktur pemikirannya, Ibnu Qayyim berpandangan bahwa akhlāq seseorang merupakan refleksi dari jiwanya. Segala yang terpatri dalam jiwa manusia akan berimplikasi pada akhlāqnya. Seseorang yang sempurna jiwanya, secara otomatis akan sempurna akhlāqnya, begitu pula sebaliknya. Adapun kesempurnaan jiwa diraih dengan menerapkan ajaran al-Qur‟an dan al-Sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa menjadikan al-Qur‟an dan al-Sunnah sebagai pondasi hidup, manusia akan mudah terjerumus pada tindakan yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ibnu Qayyim membagi akhlak menjadi dua: akhlāq fitri dan akhlāq muktasabah atau akhlāq yang diupayakan oleh manusia. Lebih lanjut, Ibnu Qayyim menekankan pentingnya akidah dalam pendidikan Islam yang pada akhirnya akan berimplementasi kepada pembentukan akhlāq. Melihat pentingnya akhlāq, penulis berusaha membahas mengenai akhlāq dalam pendidikan Islam menurut Ibnu Qayyim dengan merujuk kepada landasan akhlāq, urgensi akhlāq dan klasifikasi didalamnya.
Integrasi Paradigma Ekonomi Islam Berbasis Lingkungan dalam Pendidikan Islam: Relevansi Pemikiran M. Umer Chapra Abidin Ahmad; Daud Duli; Hasanah Purnamasari; Putri Aldillah Bapang; muh Amiruddin Salem
ISEDU : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/isedu.v3i2.2586

Abstract

This conceptual study examines the relevance of M. Umer Chapra's environmentally grounded Islamic economic thought to the aims and practices of Islamic education. It departs from the global environmental crisis, which is not merely ecological but also moral, social, and spiritual, and from the limited capacity of value-free education to cultivate ecological responsibility among learners. Employing a qualitative library research design with a descriptive-critical content analysis of Chapra's works and supporting literature on maqasid al-shariah, fiqh al-bi'ah, and Islamic education, the study reconstructs Chapra's principles of justice, maslahah, khilafah, and holistic well-being (falah) into an educational framework. The findings indicate that Chapra's paradigm can enrich the objectives of Islamic education by positioning the learner as a khalifah responsible for preserving the environment (hifz al-bi'ah), and can be integrated into curriculum content, learning materials, character education, and the pedagogical culture of madrasah and pesantren. The study concludes that reconstructing Chapra's environmentally oriented Islamic economics as an educational value system offers a meaningful basis for nurturing ecologically conscious, just, and responsible Muslim learners in line with the objectives of twenty-first-century Islamic education.