Dikimentris Gulo
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nias

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotik Terhadap Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar: Makna Perlawanan Sosial Putri Jan Friska Zega; Angel Safitri Zega; Dikimentris Gulo; Arozatulo Bawamenewi
Ta'ehao: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/taehao.v1i1.702

Abstract

Studi ini menelaah puisi “Aku” karya Chairil Anwar melalui pendekatan semiotik untuk mengungkap makna perlawanan sosial di dalamnya. Ditulis pada masa kolonial, puisi ini memanfaatkan simbol-simbol kuat yang mengekspresikan kebebasan, pemberontakan, dan kritik terhadap kekuasaan kolonial serta norma sosial yang mengekang. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian menerapkan teori semiotik Saussure, Peirce, dan Barthes untuk menafsirkan hubungan penanda dan petanda, ikon, indeks, simbol, serta makna denotatif dan konotatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, dengan puisi sebagai sumber utama dan literatur pendukung sebagai sumber sekunder. Analisis menunjukkan bahwa citra seperti “binatang jalang,” “peluru menembus kulitku,” dan “hidup seribu tahun lagi” melambangkan perlawanan ideologis terhadap penindasan, ketidakadilan, dan hegemoni sosial. Pembacaan hermeneutik menempatkan tokoh “aku” sebagai ekspresi individualisme penyair sekaligus suara kolektif generasi muda yang mendambakan kebebasan. Studi menyimpulkan bahwa “Aku” memiliki kekuatan estetis dan kritik sosial yang tetap relevan bagi konteks Indonesia masa kini.