Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi calon guru terhadap efektivitas model Team-Games-Tournament (TGT) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah menunjukkan pengaruh TGT terhadap hasil belajar siswa, kajian yang mengeksplorasi bagaimana calon guru memaknai efektivitas model tersebut melalui pengalaman praktik pedagogik masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Subjek penelitian berjumlah delapan calon guru yang telah mengimplementasikan TGT dalam kegiatan microteaching pembelajaran IPS, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik thematic analysis melalui proses pengkodean, kategorisasi, dan pengembangan tema. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) peningkatan partisipasi dan interaksi sosial siswa, (2) penguatan motivasi dan suasana belajar yang lebih dinamis, (3) peningkatan pemahaman konsep IPS, serta (4) tantangan implementasi terkait manajemen waktu dan pengelolaan kelas. Temuan menunjukkan bahwa calon guru memersepsikan TGT sebagai model pembelajaran yang efektif, namun efektivitas tersebut dimediasi oleh kesiapan pedagogik dan kualitas perencanaan pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas kajian pembelajaran kooperatif dari perspektif hasil belajar menuju konstruksi keyakinan pedagogik calon guru, serta berimplikasi pada penguatan praktik reflektif dalam pendidikan guru.