Agus Rifky Ridwan
Institut Agama Islam Al-Qur’an Al-Ittifaqiah Indralaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metod Ijmali Agus Rifky Ridwan; Susilawati Susilawati; Deviska Ayu Alpiani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui definisi, contoh kitab, contoh penafsiran metode Ijmali. Penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka. Yang mana teknik pengumpulan datanya melalui referensi yang berasal dari kepustakaan, seperti beberapa artikel, buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan klasifikasi tafsir berdasarkan metode (2): ijmali. Dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwasannya metode ijmali merupakan tafsir terhadap ayat-ayat al-qur’an yang penjelasannya bersifat umum. Secara istilah metode ijmali adalah cara mengungkapkan isi al-qur’an melalui pembahsan yang global (umum), yang tidak deskriptif, sedikit memberikan penjelasan yang panjang dan luas dan tidak dilakukan secara rinci, selain itu menjelaskan ayat-ayat al-qur’an dengan mengemukakan mekna-maknanya secara global, hal itu dengan cara dimana seorang mufassir membahas ayat-ayat al-qur’an sesuai dengan tertib (teratur) bacaan dan susunan yang ada dalam mushaf. Contoh kitab ijmali antara lain yaitu syarh Al-Suyuti li sunan an-nasaa’i karya jalal ad din as-suyuti, qut al-mughtazi ‘la jami’i al-turmudzi karya jalal as-suyuti, Aun al-ma’bud syarh sunan abi dawud karya muhammad bin ayrah bin ali haidar al-shiddiqi al-azim abadi, contoh tafsir ijmali terdapat di surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 1-5, yang mana bisa dilihat di dalam kitab aslinya bahwa metode ijmali mufasir menjelaskan ayatnya secara garis besar saja dengan menambahkan kata-kata atau kalimat penghubung, sehingga memberikan kemudahan dalam memahaminya.
Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Agus Rifky Ridwan; Asmi Yuniarti; Arik Ariadi; Lisda Mulina
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.174

Abstract

Penafsiran al-Qur’an sudah terjadi pada saat zaman Nabi Muhammad masih hidup. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah kemudian disampaikan kepada para sahabat, hal tersebut sama ketika Nabi Muhammad menyampaikan tafsir suatu ayat tertentu kepada para sahabat dan adapula sahabat yang menanyakan maksud dari suatu ayat tertentu, kemudian Nabi Muhammad menjawabnya. Setelah Nabi Muhammad wafat, perkembangan tafsir kemudian berlanjut pada masa sahabat, tabi’in dan seterusnya, dengan metode al-Qur’an, hadits dan ijtihad sahabat, karena sumber utamanya sudah tiada. Tafsir pada masa sahabat inilah mulai mengalami perkembangan yang signifikan, karena para sahabat mulai mencari penjelasan- penjelasan al-Qur’an berdasarkan penjelasan Nabi Muhammad, baik itu berasal dari al-Qur’an ataupun dari hadits-hadits, jika tidak ditemukan tafsirnya, maka para sahabat melakukan ijtihad. Perkembangan tafsir selanjutnya pada masa tabi’în, tabi’i al-tabi’în, ûlama salaf al-shãlihin, dan ûlama khãlãf (kontemporer) dengan berbagai metode, corak dan ciri khas tersendiri. Penelitian kami ini menggunakan metode pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian pustaka ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber seperti catatan, buku, ataupun artikel dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tafsir untuk dikaji dan dianalisis