Nabila Islami Putri Irawan
Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kaidah Asasiyah Ushul Fiqh dan Makhfum Fiqh dalam Menilai Putusan Hakim pada Sengketa Bisnis Syariah Dwi Gita Meilani; Ema Permata Sari; Tirta Zaharani; Nabila Islami Putri Irawan; Putri Aulia; Shifaa Aqilla; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat praktik bisnis syariah telah meningkatkan kompleksitas sengketa hukum yang memerlukan penyelesaian melalui putusan hakim yang berlandaskan prinsip-prinsip hukum Islam. Dalam konteks ini, hakim tidak hanya dituntut menerapkan hukum positif, tetapi juga menggunakan metodologi hukum Islam guna mewujudkan keadilan dan kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kaidah asasiyah Ushul Fiqh dan makhfum fiqh dalam menilai putusan hakim pada sengketa bisnis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum normatif melalui kajian terhadap literatur Ushul Fiqh klasik dan kontemporer serta analisis terhadap prinsip-prinsip hukum yang digunakan dalam putusan sengketa bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah asasiyah Ushul Fiqh berfungsi sebagai landasan normatif yang mengarahkan hakim dalam menegakkan keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan, khususnya melalui prinsip kebolehan muamalah, penghilangan kemudaratan, dan orientasi pada maslahat. Sementara itu, makhfum fiqh berperan sebagai instrumen penalaran hukum untuk memahami makna implisit nash dalam menghadapi praktik bisnis syariah modern yang tidak diatur secara eksplisit dalam sumber klasik. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan putusan hakim yang tidak hanya sah secara formal, tetapi juga adil secara substantif dan relevan dengan konteks kekinian
Corruption as a Deviation from Islamic Economic Values (A Literature Study from a Sharia Ethics Perspective) Tirta Zaharani; Dwi Gita Meilani; Nabila Islami Putri Irawan; Havis Aravik
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v3i2.1433

Abstract

Corruption is a social phenomenon that not only causes material losses but also reflects moral and ethical deviations within the economic system. From the perspective of Islamic economics, corruption is considered a serious violation of Sharia values that uphold justice (‘adl), trustworthiness (amanah), honesty (ṣidq), and public welfare (maṣlaḥah). This study aims to analyze corruption as a deviation from Islamic economic values through the lens of Sharia ethics. The research employs a library-based study by examining primary and secondary sources, including the Qur’an, Hadith, classical Islamic jurisprudence texts, and relevant contemporary academic literature. The findings indicate that corrupt practices fundamentally contradict the core principles of Islamic economics, particularly the prohibitions of ghulul (embezzlement), risywah (bribery), and betrayal of trust (khianat), while also undermining the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah), especially the protection of wealth (ḥifẓ al-māl) and social justice. From the perspective of Sharia ethics, corruption is not merely a legal violation but represents a moral and spiritual failure of both individuals and institutions. Therefore, combating corruption within an Islamic economic framework requires a comprehensive approach that integrates ethical reinforcement, personal integrity, and institutional reform grounded in Sharia principles...
Implementasi Pendidikan Agama dalam Membentuk Sikap Toleransi Mahasiswa terhadap Kerukunan Antar Umat Beragama Bunga Cinta Cahaya; Nasywa Defika Jasmine; Tiara Maharani Putri; Resty Amelia; Dwi Gita Meilani; Nabila Islami Putri Irawan; Choiriyah Choiriyah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 3 No. 2 (2025): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v3i2.1446

Abstract

Keberagaman agama di Indonesia menuntut pendidikan tinggi untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai toleransi melalui pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan agama dalam membentuk sikap toleransi mahasiswa terhadap kerukunan antar umat beragama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa serta proses pembelajaran pendidikan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama efektif membentuk sikap toleran jika diterapkan dengan pendekatan dialogis, kontekstual, dan reflektif. Mahasiswa cenderung menghormati perbedaan, mampu bekerja sama lintas agama, dan sadar pentingnya hidup damai. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada metode pembelajaran. Pendidikan agama yang dogmatis dan kognitif semata cenderung kurang berhasil membangun toleransi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kurikulum berbasis moderasi beragama dan dialog antariman untuk mendukung kerukunan berkelanjutan di lingkungan kampus.