Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengembangkan pendidikan kewirausahaan sebagai salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan di suatu negara. Pendidikan kewirausahaan tidak hanya memberikan dasar teoretis mengenai konsep wirausaha, tetapi juga memengaruhi cara pandang, pola pikir, serta perilaku mahasiswa terhadap dunia usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan kewirausahaan, implementasinya di dalam kelas, faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa untuk berwirausaha, serta manfaat yang diperoleh dari mata kuliah kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Untuk memastikan validitas data, digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendidikan kewirausahaan memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter wirausaha mahasiswa; (2) Integrasi pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum perkuliahan dapat mendorong motivasi mahasiswa untuk berwirausaha; (3) Minat berwirausaha dipengaruhi oleh faktor internal (motivasi, kepercayaan diri) dan eksternal (lingkungan, dukungan keluarga dan dosen), serta adanya faktor pendukung dan penghambat; (4) Kelas kewirausahaan memberikan berbagai keuntungan, antara lain meningkatkan keterampilan kewirausahaan, memperluas wawasan, membangun motivasi, serta melatih mentalitas kewirausahaan mahasiswa. Secara keseluruhan, pendidikan kewirausahaan terbukti mampu menumbuhkan minat dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia usaha secara nyata, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berjiwa wirausaha.