Kemajuan teknologi informasi dalam satu dekade terakhir, menyadarkan masyarakat akan kebutuhan mobilitas dan wisata. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada unsur pemerintah dan industri pendukung pariwisata saja, tetapi juga pada kekuatan ekonomi berbasis masyarakat seperti pengelolaan objek wisata. Pemerintah hadir untuk dapat bersinergi dalam bimbingan teknis strategi pemasaran pariwisata Nusantara melalui digital marketing di Kabupaten Mojokerto. Salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan adalah menjaga motivasi pengelolaan dan menciptakan inovasi strategi melalui pemasaran berbasis digital. Melalui pendekatan pemasaran berbasis digital, pengelola objek wisata dapat melakukan berbagai terobosan dalam kegiatan promosi. Dengan memkai 3 konsep teori yaitu konsep teori pentahelix, konsep teori dampak dan konsep strategi pemasaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini diantaranya: memberikan pengetahuan dasar pentingnya pemasaran dalam pengelolaan objek wisata, memberikan pemahaman pentingnya kepuasan wisatawan, memberikan pengetahuan tentang digital branding. Metode yang digunakan melalui bimbingan teknis strategi pemasaran pariwisata Nusantra berbasis digital, dan disampaikan oleh akademisi, pemangku kebijakan serta praktisi digital branding sebagai narasumbernya. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan, pengelola objek wisata mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai starategi pemasaran pariwisata Nusantara melalui digital marketing di Kabupaten Mojokerto. Antusiasme para mitra pengelola terlihat ketika memberikaan pertanyaan kepada narasumber tentang strategi pemasaran pariwisata Nusantara melalui digital marketing. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola objek wisata memiliki kesadaran dan kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan wisatawan serta masyarakat luas, sehingga tercipta kunjungan ulang wisatawan ke objek wisata dimasa yang akan datang.