Rofiqoh
Prodi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Baturaja

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Penjualan UMKM Menuju Inovasi Ekonomi Digital Rofiqoh
Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah Vol. 1 No. 1 (2024): Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah
Publisher : Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/kafalah.v1i1.8

Abstract

Konsep penjualan UMKM menuju inovasi ekonomi digital ini adalah wujud nyata dari penggunaan transaksi melalui media inovatif yakni digital. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yakni menganalisis bagaimana penjualan UMKM dilihat dari teori dengan inovasi ekonomi digital. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi pendekatan eksplorati literatur atau artikel jurnal online dan tinjauan pustaka yang relevan dengan penelitian ini. Pemasaran internet, atau pemasaran online adalah penggunaan jaringan untuk menjangkau pelanggan. Menghubungkan jaringan pengguna dan sumber daya menghasilkan aktivitas baru dengan lebih banyak fitur. Diferensiasi operasi dan perubahan cepat yang diakibatkannya, menghubungkan pengguna dengan komputer yang diubah menjadi alat komunikasi, membuka peluang bisnis baru dan melahirkan industri baru. penting untuk memanfaatkan semua jaringan komunikasi, aplikasi, dan bahkan data yang tersedia secara wajar, mematuhi hukum, dan menyaring informasi yang tersedia dengan cerdas. Salah satunya adalah dengan strategi yang dapat disusun dalam pengembangan UKM Digital dan UKM Personal adalah 1) Jangka Pendek (dalam kurun waktu < 6 bulan) b. Menyelenggarakan Pelatihan selain materi teknis tentang ICT dan Produk ecommerce juga materi tentang wawasan bisnis untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship dimana kurikulum disesuaikan dengan tingkat UKM dalam adopsi ICT 2). 3) Jangka Panjang (di atas 1 tahun)..
Implementasi Akad Bagi Hasil Pada Sektor Pertanian Dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Di Desa Bindu Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Rofiqoh
Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah Vol. 1 No. 2 (2024): Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah
Publisher : Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/kafalah.v1i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana petani di desa Bindu memanfaatkan perjanjian untuk hasil pertanian dan bagaimana hal itu berdampak pada tingkat kesejahteraan mereka. Meskipun penelitian ini bersifat kualitatif, informan diidentifikasi melalui purposive sampling. Peneliti mengumpulkan informasi melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di desa Bindu belum melakukan akad untuk hasil mereka. Hasil analisis dari informan petani di desa Bindu menunjukkan bahwa amalan jariyah meningkatkan kesejahteraan psikologis petani, yang melakukan koperasi pertanian dan kebutuhan kesehatan petani yang melakukan koperasi pertanian dipenuhi. Pelaksanaan perjanjian bagi hasil sektor pertanian yang dilakukan oleh petani di Desa Bindu, Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Pelaksanaan perjanjian bagi hasil kerjasama sektor pertanian di Desa Bindu Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan dilakukan melalui cara lisan tanpa tulisan di atas kertas. Dalam kerjasama ini tidak ada batasan waktu yang tetap. Modal dan biaya landasan ditanggung bersama, sedangkan sepertiga modal dan biaya ditanggung oleh petani padi, jagung, karet. Dampak penerapan perjanjian bagi hasil dalam rangka kerjasama sektor pertanian di Desa Bindu Kecamatan Peninjauan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan dapat meningkatkan kesejahteraan petani pada lima indikator kesejahteraan petani yang bekerjasama dalam indikator agama (Ad-Diin) ditingkatkan dari sudut pandang spiritual melalui praktik yariah. Kesejahteraan petani yang bekerjasama pada indikator mental (An-Nafs) meningkat ditunjukkan dengan merespon kebutuhan kesehatan. Kesejahteraan petani yang bekerjasama untuk indikator sumber daya (Al-Aql) mengalami peningkatan yang ditandai dengan semakin baiknya pemahaman petani terhadap pengetahuan pertanian. Kesejahteraan petani yang bekerjasama dalam indikator keturunan (AnNas) mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan cukupnya biaya pendidikan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Kesejahteraan petani yang bekerjasama dalam indikator kekayaan (Al-Maal) mengalami peningkatan yang dibuktikan dengan peningkatan pendapatan. Dengan demikian, perjanjian bagi hasil dalam rangka kerja sama bagi hasil sektor pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Bindu, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan..
Pengaruh Layanan Perbankan Digital Terhadap Minat Generasi Z Pada Perbankan Syariah (Studi Kasus Remaja Di Tanjung Kemala) Rofiqoh Rofiqoh
Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah Vol. 2 No. 2 (2025): Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah
Publisher : Kafalah: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/kafalah.v2i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji asumsi mengenai apakah layanan perbankan digital (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketertarikan generasi Z (Y). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif. Data utama dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada 92 remaja di Tanjung Kemala yang mewakili generasi Z, selanjutnya dianalisis menggunakan regresi berganda yang dibantu oleh SPSS versi 21. Temuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Semua item pernyataan yang diajukan menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik, karena nilai r yang dihitung lebih besar dari r tabel; (2) Variabel bebas menjelaskan variasi pada variabel terikat sebesar 65,10%, sementara 34,90% sisanya disebabkan oleh faktor lain; (3) Model regresi menunjukkan bahwa variabel bebas secara simultan memengaruhi variabel terikat, sehingga model regresi ini dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat; (4) Layanan perbankan digital (X1) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketertarikan generasi Z (Y). Temuan ini mendukung hipotesis yang menerima Ha
Peran Teknologi Blockchain dalam Pengembangan Financial Technology (FinTech) dan Penguatan Ekonomi Syariah di Era Masyarakat Digital Hilwa Fitri Millenia; Sayu Mainingsih; Rofiqoh Rofiqoh
Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/al-iqtishad.v7i2.2152

Abstract

This study aims to analyze the role of blockchain technology in the development of financial technology (fintech) and its implications for digital society from the perspective of Islamic economics. The research employs a library research method with a descriptive qualitative approach through the analysis of various scientific literature, financial institution reports, and regulations related to blockchain and fintech. The findings indicate that blockchain technology has significant potential to enhance the efficiency, transparency, security, and accountability of digital financial transactions. Furthermore, blockchain can support the development of Islamic financial instruments such as sukuk, zakat, waqf, and takaful through smart contract mechanisms. However, the implementation of blockchain in Indonesia still faces several challenges, including regulatory issues, public digital literacy, cybersecurity concerns, and differing scholarly opinions regarding the use of crypto assets. This study concludes that blockchain has the potential to become a strategic technology in supporting digital economic transformation and strengthening the Islamic financial ecosystem, provided that it is supported by clear regulations and improved public literacy.