Julia Ivanna
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mutual Cooperation Culture of Pakpak Ethnic Communities North Sumatera: As Far As The Student Understands It? Hodriani; Julia Ivanna; Surya Dharma
Polit Journal Scientific Journal of Politics Vol 1 No 1 (2021): Polit Journal: Scientific Journal of Politics, February
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR-Publisher)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/polit.v1i1.362

Abstract

The biggest challenge of the Indonesian people today is the weakening of national identity, which is marked by the fading sense of social solidarity. Egocentrism behavior is often seen and become something that is common in today's patterns of social relations. The culture of gotong royong is no longer used as a community tradition that is the wealth of the archipelago. This challenge is increasingly apparent because most of the younger generation seems to lack the awareness to preserve various traditions of the Indonesian community's gotong royong. Though gotong royong is a character as well as the national identity of the Indonesian nation that distinguishes it from other nations. Starting from this background, this study aims to find out how students' understanding of the mutual cooperation culture in the Pakpak ethnic community of North Sumatra. This research uses descriptive analytical method. The research subjects were Civic Education and Pancasila Department, University of Medan State. The results showed that the low understanding of students towards various cultures of gotong royong carried out by the Pakpak ethnic community in North Sumatra. This affects the mindset and actions of students to understand and preserve various cultures of gotong royong. From the results of this study it is necessary to develop a learning model that is able to build student awareness of gotong royong culture. The results showed that the low understanding of students towards various cultures of gotong royong carried out by the Pakpak ethnic community in North Sumatra. This affects the mindset and actions of students to understand and preserve various cultures of gotong royong. From the results of this study it is necessary to develop a learning model that is able to build student awareness of gotong royong culture. The results showed that the low understanding of students towards various cultures of gotong royong carried out by the Pakpak ethnic community in North Sumatra. This affects the mindset and actions of students to understand and preserve various cultures of gotong royong. From the results of this study it is necessary to develop a learning model that is able to build student awareness of gotong royong culture.
Kualitas Layanan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Wujud Implementasi Kebijakan Publik di SMA Negeri 1 Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Aina Mulia Rizky; Amalia Apriliani; Bima Pandawa Sinurat; Della Pebriani Simamora; Trima Uasito Tampubolon; Julia Ivanna
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai wujud implementasi kebijakan publik di SMA Negeri 1 Percut Kecamatan Percut Sei Tuan serta untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa sebagai penerima manfaat program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas XII IPS 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari beberapa aspek, seperti kualitas rasa makanan yang tidak konsisten, porsi lauk yang kurang mencukupi, kebersihan makanan yang belum terjaga secara maksimal, serta distribusi makanan yang sering mengalami keterlambatan. Selain itu, variasi menu yang kurang beragam menyebabkan kejenuhan pada siswa. Dari segi kepuasan, sebagian siswa menilai program ini belum memberikan manfaat yang signifikan terhadap kesehatan, meskipun cukup membantu dalam mengurangi rasa lapar saat kegiatan belajar berlangsung.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Makan Bergizi Gratis masih memerlukan perbaikan, khususnya dalam aspek kualitas layanan, manajemen distribusi, serta pengawasan pelaksanaan program. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan agar tujuan program dalam meningkatkan gizi dan kualitas pembelajaran siswa dapat tercapai secara optimal.
Evaluasi Peralihan Sistem Pembayaran Parkir E-Parking ke Sistem Manual untuk Mengurangi Kemacetan Akibat Parkir Berlapis di Jalan Dr. Mansyur Medan Muhammad Izhar Tumanggor; Otista C A Sembiring; Petrus Medikson Pardede; Ramona Febiola Simorangkir; Sinta Uli Nainggolan; Julia Ivanna
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.16506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan manajemen lalu lintas berbasis teknologi E-Parking dalam mengurai kemacetan akibat parkir berlapis di Jalan Dr. Mansyur Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari juru parkir, masyarakat pengguna jalan, serta pihak Dinas Perhubungan Kota Medan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan E-Parking pada awalnya telah diterapkan sebagai upaya untuk meningkatkan ketertiban parkir dan mengurangi kemacetan. Namun, dalam pelaksanaannya kebijakan tersebut belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan juru parkir terhadap sistem non-tunai, keterbatasan fasilitas, serta kendala teknis di lapangan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan parkir juga menjadi faktor utama masih terjadinya parkir berlapis. Akibatnya, penerapan E-Parking belum mampu memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemacetan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kebijakan E-Parking saat ini telah digantikan dengan kebijakan baru yang lebih menekankan pada sistem pembayaran tunai dengan pengawasan yang lebih ketat. Dengan demikian, efektivitas kebijakan pengelolaan parkir tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan pelaksana, fasilitas, dan kesadaran masyarakat.