This Author published in this journals
All Journal VoxPop Journal
Hanindya Faradilla Putri
UPN "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AGAMA DALAM ISLAM INDONESIA: REPRESENTASI PENDIDIKAN PESANTREN PADA FILM QORIN DENGAN REALITAS DI INDONESIA Sisilia Srikandi M; Hanindya Faradilla Putri; Aulia Neva Zefanya; Balqi Chesta Adabi; Anugerah Widiarti Nindita
VOXPOP Vol. 5 No. 1 (2023): VOXPOP
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pesantren bila di Indonesia biasa dianggap sebagai tempat untukmenimba ilmu agama Islam. Keberadaan Pendidikan pesantren bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia khususnya. Pesantren sudah ada sejak zaman kolonialbahkan banyak tokoh-tokoh muslim yang turut menjadi pahlawan serta tokoh bangsadalam proses berdirinya negeri ini. Tak jarang Pendidikan pesantren dianggap sebagaipendidikan yang sepenuhnya masih menganut sistem tradisional dan dianggap kolot.Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Kini banyak pesantren yang sudahmengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Dengan mengikuti perkembangan zaman, melalui Pendidikan pesantren diharapkan dapat mencetak generasi bangsa yang unggul dan berakhlakul karimah serta mampu mengimplementasikan nilai keagamaan, keislaman dalam bermasyarakat. Belakanganini dunia perfilman banyak menyajikan film-film bertemakan pesantren salah satunyaadalah film Qorin. Dari latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana representasi Pendidikan pesantren pada film Qorin dengandengan realitas di Indonesia. Penelitian ini ditulis secara kualitatif deskriptif denganmenggunakan analisis representasi menurut John Fiske yang menggunakan tiga levelpengkodean; 1) level realitas, 2) level representasi dan 3) level ideologi. Teknikpengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil daripenelitian ini menunjukkan secara level realitas yang tergambar dari penampilan sertakelakuan (behavior). Sementara pada level representasi dari kode melalui kamera,pencahayaan, music, dan konflik. Serta ditemui pada level ideologi tentang bagaimanaZahra sebagai salah satu santriwati yang bersikap taat pada gurunya yang mana haltersebut merupakan salah satu nilai agama yang diajarkan yaitu akhlak yang baik.