Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya perilaku agresivitas verbal di lingkungan sekolah, khususnya di MAN 4 Aceh Besar, seperti ejekan, hinaan, ancaman, dan kata-kata kasar yang berdampak negatif terhadap hubungan sosial dan suasana belajar. Perilaku tersebut menunjukkan rendahnya kemampuan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi melalui layanan konseling kelompok dengan penerapan teknik self-management untuk membantu siswa mengendalikan emosi dan memperbaiki perilaku verbalnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh teknik self management dalam layanan konseling kelompok terhadap perilaku agresivitas verbal siswa MAN 4 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental (one group pretest-posttest design). Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAN 4 Aceh Besar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket perilaku agresivitas verbal yang diadaptasi dari teori Baron dan Byrne. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test untuk mengetahui perbedaan antara skor sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan pada tingkat agresivitas verbal siswa setelah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik self management. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, pengaruh teknik self-management efektif dalam mengurangi perilaku agresivitas verbal siswa. Kesimpulannya, teknik self-management melalui layanan konseling kelompok dapat menjadi strategi efektif bagi guru bimbingan konseling dalam membantu siswa mengembangkan pengendalian diri dan berkomunikasi secara positif, sehingga tercipta lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif