Fahrijal Nurrohman
UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AKSARA JAWA PEGON SEBAGAI PENGANTAR DI PESANTREN JAWA (ANALISIS OTORITAS KHARISMATIK MENURUT MAX WEBER) Fahrijal Nurrohman
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v1i2.2947

Abstract

Bahasa merupakan penjelmaan pikiran dan perasaan sebagai wujud dari budi manusia. Oleh karena bahasa merupakan perwujudan budi manusia, maka bahasa bukanlah semata-mata struktur gramatika yang hanya berisi aspek bunyi, kata, dan kalimat, melainkan bahasa merupakan cermin yang selengkap-lengkapnya dan sesempurnanya dari kebudayaanDalam penelitian ini, digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis otoritas karismatik menurut Max Weber. Pendekatan analisis otoritas karismatik sering digunakan dalam penelitian di bidang antropologi budayaAksara Jawa Pegon memiliki beberapa keunggulan yang membedakannya dari aksara Jawa lainnya, diantaranya: (1) Aksesibilitas, (2) Fleksibilitas, (3) Representasi fonetik yang akurat, (4) Penggunaan dalam konteks agamaDalam konteks pesantren Jawa, aksara Jawa Pegon dapat menjadi alat untuk menyampaikan ajaran agama, tradisi, dan nilai-nilai budaya kepada para santri. Pemimpin pesantren yang mampu menguasai aksara Jawa Pegon dan menggunakannya dengan baik dapat membangun koneksi emosional dan spiritual dengan para santri, serta memperkuat hubungan guru-murid yang khas dalam pesantren.