Articles
HUBUNGAN PARITAS DAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD WALED TAHUN 2022
Ika Pramesti;
Aulia Agyanti Rahmah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Paritas menjadi salah satu faktor ibu yang dapat menyebabkan asfiksia karena pada saat melahirkan anak pertama (primipara) terjadi kekauan otot atau serviks yang kaku sehingga memberikan tahanan yang jauh lebih besar.BBLR dapat mempengaruhi terjadinya gangguan pernafasan pada bayi baru lahir yang berdampak pada tingginya kematian bayi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Waled Tahun 2022. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control dengan populasi 1.363 orang menggunakan system random sampling. Waktu penelitian dari April-Juni tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrument checklist. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari data rekamedik pasien. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Analisa Univariate yang berupa distribusi frekuensi dan Analisa Bivariate menggunakan Chi-square. Hasil penelitian didapatkan hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia didapatkan hasil sebanyak 1.363 responden yaitu untuk paritas awal 792 orang (58,1%), paritas lanjutan 571 orang (41,9%), dan untuk berat badan lahir yaitu untuk BBLR 1.217 bayi (89,3%), berat badan lahir normal 146 bayi (10,7%). Berdasarkan hasil data analisis chi-square didapatkan hasil P Value 0,001. Pada penelitian ini terdapat hubungan paritas dan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Waled Tahun 2022. Disarankan kepada petugas Kesehatan untuk memberikan konseling kepada ibu primipara yang melahirkan dan meningkatkan penanganan yang lebih baik dan cepat terhadap bayi BBLR agar mengurangi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir.
Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di RSUD Waled
Ika Pramesti;
Nuraeni
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nyeri Persalinan merupakan keadaan yang menimbulkan masalah kecemasan dan rasa hawatir pada saat proses persalinan. Kompres Hangat merupakan suatu metode alternatif secara non farmakologis guna mengurangi nyeri persalinan pada wanita inpartu kala I fase aktif dalam persalinan normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Desain penelitian menggunakan metode penelitian pra eksperimen dengan one gruoup dan pretest dan posttest design dengan populasi dan sampel diambil dari 20 responden. Waktu penelitian dari April-Juni tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner, alat ukur yang digunakan adalah Lembar Observasi Perilaku dengan Skala Ukur Bourbanis. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan Univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan Uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian didapatkan intensitas nyeri persalinan sebelum pemberian kompres hangat pada 20 ibu bersalin yaitu nyeri sedang sebanyak 10 orang (50%), nyeri berat 10 orang (50%) dan intensitas nyeri persalinan sesudah pemberian kompres hangat yaitu nyeri ringan sebanyak 10 orang (50%), nyeri sedang 10 orang (50%). Berdasarkan hasil analisis Paired Sample T-test didapatkan hasil P.Value 0,001. Pada penelitian ini terdapat pengaruh kompres hangat dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif di RSUD Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan metode alternatif non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri pada persalinan kala I fase aktif.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS TEGAL GUBUG TAHUN 2023
Fera Asriani;
Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi pada kehamilan merupakan suatu kondisi dengan tekanan darah yang meningkat secara terus menerus pada pembuluh darah. Hipertensi didefinisikan sebagai darah sistolik ≥ 140 mmHg serta tekanan darah Diastolik ≥ 90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor terjadinya hipertensi pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Tegal Gubug Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel populasi penelitian ini dari bulan Januari – Desember berjumlah 75 ibu hamil yang mengalami hipertensi diambil dari data rekam medik di Puskesmas Tegal Gubug Tahun 2023. Dari hasil pengolahan data didapatkan 75 kasus ibu hamil hipertensi. Hipertensi paling banyak terjadi pada ibu dengan umur 20 – 35 tahun yaitu 42 orang (56%), ibu dengan paritas multipara 48 orang (64%), dengan faktor obesitas ibu obesitas 7 orang (9%) ibu tidak obesitas 68 orang (91%), dengan riwayat hipertensi terdapat 26 orang (34%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat 75 kasus hipertensi di Puskesmas Tegal Gubug Tahun 2023, paling banyak terjadi pada umur 20 -35 Tahun, terutama pada ibu dengan jumlah paritas multipara, ibu yang obesitas, ibu yang riwayat hipertensi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Post Sectio Caesarea Mengenai Mobilisasi Dini Di RSUD Waled Kabupaten Cirebon
Ilah Lilahsah;
Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mobilisasi Post Sectio Caesarea adalah suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan persalinan Caesarea. Untuk mencegah komplikasi post operasi Sectio Caesarea ibu harus segera dilakukan mobilisasi sesuai dengan tahapannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post Sectio Caesarea mengenai mobilisasi dini di RSUD Waled Kabupaten Cirebon tahun 2023. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskripsi, jumlah populasi Riwayat Sectio Caesarea pada bulan Januari – Maret 2023 berjumlah 158 orang, Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling berjumlah 61 responden. Instrument penelitian berbentuk kuisoner berjumlah 25 pernyataan. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan ibu post Sectio Caesarea mengenai mobilisasi dini yang dilakukan terhadap 61 responden yang memiliki pengetahuan pada kategori cukup berjumlah 29 responden (47,5 %). Pengetahuan berdasarkan pengertian mobilisasi dini dalam kategori baik berjumlah 36 responden (59 %). Berdasarkan tujuan dalam kategori kurang berjumlah 23 responden (37,7 %). Berdasarkan manfaat dalam kategori cukup berjumlah 23 responden (37,7 %). Berdasarkan tahapan dalam kategori baik berjumlah 35 responden (57,4 %). Berdasarkan dampak dalam kategori cukup berjumlah 25 responden (41%). Kesimpulan yang didapat Sebagian ibu post Sectio Caesarea mempunyai pengetahuan cukup. Saran diharapkan agar para tenaga Kesehatan sebagai tenaga pendidik dalam memberikan Pendidikan Kesehatan dan konseling. Dengan cara penyuluhan pada pemeriksaan kehamilan atau dengan melakukan sosialisasi.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DENGAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI SDN 1 SUTAWINANGUN
Mar'atus Solihah;
Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak usia sekolah merupakan kelompok usia rentan terhadap masalah Kesehatan maka siswa lebih mudah terkena penyakit. Rendahnya kesadaran untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah menyebabkan lingkungan sekolah tidak terurus, mempengaruhi kenyamanan siswa maupun guru saat proses pembelajaran dan dapat memicu berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kesehatan lingkungan sekolah di SDN 1 Sutawinangun tahun 2023. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan purposive sampling dengan responden 57 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di SDN 1 Sutawinangun tergolong baik (82,5%) dan Kesehatan lingkungan tergolong baik (68,4%). Hasil uji statistik Spearman Rank (Rho) diperoleh p (value) = 0,000 yang dimana (p = 0,05) sehingga ada hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan Kesehatan lingkungan di SDN 1 Sutawinangun. Disarankan kepada pihak sekolah untuk menanamkan Pendidikan Kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) juga kepada siswa/I untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik untuk peduli terhadap Kesehatan lingkungan.
PENGARUH AKUPRESUR GV 20, PC 6, LI 4 TERHADAP HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KEDAWUNG KABUPATEN CIREBON
Aulia Agyanti Rahmah;
Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Hipertensi merupakan 5-15 % penyulit kehamilan dan merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Asuhan yang diberikan pada pasien yang mengalami hipertensi umumnya diberikan perawatan farmakologi menggunakan antihiprertensi seperti metildopa atau nefidipin, untuk mencegah terjadinya komplikasi. Akan tetapi asuhan tersebut masih dirasa kurang dengan masih tingginya angka kejadian hipertensi, asuhan yang diberikan oleh bidan dapat berupa asuhan non farmakologi atau asuhan komplementer seperti pemberian pijat akupresur. Nopri, dkk (2015). Populasi Sampel: Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan Hipertensi di Puskemas Kedawung Kabupaten Cirebon sejumlah 31 responden. Teknik Pengambilan Sampel dilakukan dengan menggunakan Total Sampling yaitu sejumlah 31 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal April 2024- Mei 2024 di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre Eksperimen untuk mengetahui pengaruh Akupresur terhadap Hipertensi pada ibu hamil. Analisa yang dilakukan yaitu Analisa Univariat dan Bivariat. Analisa Univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Sedangkan Analisa Bivariat yang digunakan adalah uji t-test. Hasil: Terdapat hasil bahwa rata-rata tekanan sistolik sebelum intervensi akupresur yaitu 147,8 mmHg, Sedangkan rata-rata tekanan sistolik sesudah intervensi akupresur sebanyak 120 mmHg. Dan hasil rata-rata tekanan diastolik sebelum intervensi akupresur yaitu 96,45 mmHg, Sedangkan rata-rata tekanan diastolik sesudah intervensi akupresur yaitu 78,70 mmHg. Setelah di lakukan intervensi akupresur menunjukan hasil p-value lebih kecil dari nilai alpha (0,000<0,05). menunjukkan bahwa pijat akupresur terdapat perubahan yang signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu hamil di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Saran: Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan acuan bagi tenaga Kesehatan di pelayanan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil hipertensi dengan terapi Akupresur. Selain itu juga terapi Akupresur ini dapat digunakan oleh masyarakat secara mandiri sebagai upaya preventif.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon
Ika Pramesti;
Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 2 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pijat oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan the one group pretest and posttest design. Dengan populasi yaitu seluruh ibu postpartum pada bulan Maret-Mei 2024. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Instrument penelitian menggunakan informed consent dan lembar observasi. Dan analisis data penelitian menggunakan Univariat dengan distribusi frekuensi dan Bivariat dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebelum dilakukan pemijatan 3,375 sedangkan nilai sesudah pemijatan 8,000. Nilai rata-rata produksi ASI sebelum dilakukan test (dipijat) dengan nilai p value 0,05 dengan jumlah rata-rata 0,00. Sedangkan setelah test pijat oksitosin nilai p value 12,50 dengan jumlah rata rata 300,00. Hasil uji eksperimen memiliki nilai signifikan probabilitas yaitu sig p = 0,000 atau < nilai sig α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Tahun 2024 Diharapkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Plered agar pijat oksitosin dijadikan sebagai alternatif asuhan dalam upaya meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.
PENGARUH AKUPRESURE PADA TITIK MERIDIAN SI I TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS PALIMANAN TAHUN 2024 (Studi Kasus Kunjungan Nifas Ke-II).
Atiek Noviyanti;
Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produksi ASI yang sedikit dapat mengganggu proses menyusui. Diperoleh penurunan pencapaian target ASI ekslusif pada tahun 2022 yaitu 71,8% menjadi 66,5% pada tahun 2023 di Puskesmas Palimanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemijatan akupresure pada titik meridian SI I tehadap pengeluaran ASI ibu nifas primigravida kf-II. Desain Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode Desain Quesi Exsperimental yang digunakan dalam penelitian ini adalah Two Group Pre Test dan Post Test Control Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu nifas primigravida kf-II dan didapatkan sampel 15 responden kelompok perlakuan dan 15 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.Instrument penelitian ini menggunakan lembar SOP pemijatan akupresure,gelas ukur dan lembar observasi. Uji analisis data menggunakan univariat dan bivariat (uji paired simple t-test). Hasil penelitian ini didapatkan hasil dari uji paired simple t-test menunjukan adanya pengaruh antara pemijatan akupresure pada titik meridian SI I terhadap pengeluaran ASI ibu nifas primigravida kf-II dengan hasil p-value (0,00) < a (0,05). Terdapat pengaruh antara pemijatan akupresure pada titik meridian SI I terhadap pengeluaran ASI ibu nifas primigravida kf-II. Diharapkan pemijatan akupresure pada titik meridian SI I ini dapat dijadikan sarana meningkatkan produksi ASI untuk membantu menaikan target pencapaian ASI ekslusif.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE HANGAT TERHADAP FREKUENSI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I: minuman Jahe Hangat, emesis gravidarum, ibu hamil
Ika Pramesti;
Ilah Lilahsah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mual muntah atau biasa disebut emesis gravidarum yang terjadi pada kehamilan trimester pertama disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar hormon Estrogen dan Human Chorionic Gonadotropine (HCG) (Walyani, E.S 2020). Emesis gravidarum bisa diatasi dengan terapi non farmakologi, salah satunya yaitu pemberian minuman jahe. Jahe mengandung gingerol, shogaoldan zingeberen yang bisa menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil (Fina et al., 2020). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe hangat terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi-Eksperimental dengan metode One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini yaitu ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan sebanyak 59 orang dan didapatkan sampel sejumlah 25 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan statistik univariat dan bivariat (Paired Sample T-Test). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebelum diberikannya perlakuan sebesar 3.9535 sementara rata-rata emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I sesudah perlakuan sebesar 1.9467 serta nilai p- value = 0.000 atau lebih kecil dari nilai α (0,05). Artinya ada pengaruh jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan. Pemberian minuman jahe putih hangat dapat digunakan sebagai salah satu metode non farmakologis dalam menurunkan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.