This Author published in this journals
All Journal Journal Placenta
Fera Asriani
Akbid Graha Husada Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal Placenta

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu Dengan Motivasi Datang Ke Posyandu Di Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan Tahun 2023 Fera Asriani; Nuraeni
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap seseorang. Pengetahuan ibu sangat berpengaruh terhadap perilaku ibu untuk mengikuti kunjungan ke posyandu bersama balitanya. Rendahnya kunjungan ke posyandu pada ibu balita dapat menyebabkan banyaknya kasus tumbuh kembang anak tidak terpantau dengan baik sehingga kasus gizi kurang atau gizi buruk tidak terdeteksi secara dini. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 38 orang menggunakan total sampling Waktu penelitian dimulai bulan April-Juni tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan Instrumen Kuesioner. Pengumpulan data menggunakan data Primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisa Univariat yang berupa distribusi frekuensi dan analisa Bivariat menggunakan Chi-Square.   Hasil penelitian Pengetahuan Ibu untuk kategori Baik didapatkan hasil sebanyak 27 orang responden( 71,1% ), untuk kategori Cukup didapatkan hasil 6 orang responden( 15,8% ), untuk kategori Kurang didapatkan hasil 5 orang responden ( 13,2% ). Untuk Motivasi Ibu didapatkan hasil kategori aktif 29 responden (76,3%) dan untuk kategori tidak aktif 9 responden (23,7%)Berdasarkan data analisis Chi-Square diketahui P. 0,004.                   Pada penelitian ini mempunyai hubungan yang signifikan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Posyandu dengan Motivasi Ibu Datang Ke Posyandu. Disarankan kepada petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan instansi terkait hendaknya meningkatkan paparan tentang posyandu kepada masyarakat untuk meningkatkan revitalisasi posyandu dan kunjungan balita ke posyandu.
HUBUNGAN KEJADIAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN PERKEMBANGAN REFLEKS MENYUSU DI RSUD INDRAMAYUKABUPATEN INDRAMAYUTAHUN 2023 Ghea Sugiharti; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indramayu banyak bayi berat lahir rendah, pada bulan april- mei terdapat 535 bayi baru lahir dengan kelahiran BBLR sebannyak sebanyak 215. Mekanisme reflek menghisap belum berkembang baik pada BBLR. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “ Hubungan Kejadian Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Perkembangan Refles Menyusu. Metode penelitian ini analitik dengan pendekatan case control, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi disertai karakteristik yaitu usia bayi baru lahir, usia kehamila dan berat badan bayi. Hasil penelitian dengan analisa univariat yaitu kejadian berat badan bayi baru lahir sebanyak 50%  BBLR, 50% tidak BBLR, usia bayi baru lahir 53,3%, dan usia kehamilan sebanyak 53,3%. Analisa bivariat diperoleh ada hubungan antara BBL (p = 0,03), usia bayi (p = 0,32), dan usia kehamilan (p = 0,00) dengan perkembangan reflek menyusu. Kesimpulan terdapat hubungan anatara berat badan bayi baru lahir dan usia kehamilan dengan perkembangan reflek menyusu. diharapkan dapat menjadi masukan untuk tenaga kesehatan untuk lebih meperhatikan bayi baru lahir terutama yang mempunyai reflek lemah dengan cara menerapkan stimulus oral pada bayi dengan reflek menghisap lemah secara rutin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PADA IBU PRIMIPARA TENTANG TEKNIK MENYUSUI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA SINDANG KECAMATAN CIKIJING KABUPATEN MAJALENGKA Nuraeni; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seribu hari pertama anak sangat kritis. Kemenkes RI (2015) menyatakan kekurangan gizi sulit diobati. WHO (2015) melaporkan 42% kematian balita disebabkan pneumonia, 20% malnutrisi, dan 22% kurang ASI.Tujuan Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku ibu primipara tentang teknik menyusui pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, tahun 2024.Metode Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi seluruh ibu primipara menyusui bayi usia 0-6 bulan di Desa Sindang, Kabupaten Majalengka, sebanyak 39 orang. Sampel sebanyak 39 orang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data digunakan dengan data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian menggunakan kuesoner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu primipara di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka berusia 20-35 tahun (33,3%), bekerja (82,1%), berpendidikan SMA (41%) tersebut memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui, dan berperilaku benar dalam menyusui bayi usia 0-6 bulan. Hal ini didukung oleh edukasi tenaga kesehatan serta pendidikan ibu. Adapun hasil menunjukkan p-value 0,023, menandakan hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku ibu primipara tentang teknik menyusui bayi usia 0-6 bulan (p < 0,05). Ini menunjukkan pengetahuan ibu primipara mempengaruhi perilaku menyusui mereka. Program edukasi menyusui dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman bagi ibu primipara untuk mendukung praktik menyusui yang efektif dan berkelanjutan.
Pengaruh  Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Kabupaten Cirebon Ika Pramesti; Fera Asriani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 2 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pijat oksitosin merupakan pemijatan tulang belakang pada costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf parasimpatis merangsang hipofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan the one group pretest and posttest design. Dengan populasi yaitu seluruh ibu postpartum pada bulan Maret-Mei 2024. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Instrument penelitian menggunakan informed consent dan lembar observasi. Dan analisis data penelitian menggunakan Univariat dengan distribusi frekuensi dan Bivariat dengan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sebelum dilakukan pemijatan 3,375 sedangkan nilai sesudah pemijatan 8,000. Nilai rata-rata produksi ASI sebelum dilakukan test (dipijat) dengan nilai p value 0,05 dengan jumlah rata-rata 0,00. Sedangkan setelah test pijat oksitosin nilai p value 12,50 dengan jumlah rata rata 300,00. Hasil uji eksperimen memiliki nilai signifikan probabilitas yaitu sig p = 0,000 atau < nilai sig α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Plered Tahun 2024 Diharapkan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Plered agar pijat oksitosin dijadikan sebagai alternatif asuhan dalam upaya meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI SUSU KEDELAI DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPM BIDAN INTAN: ibu hamil, konsumsi susu kedelai, kadar haemoglobin Fera Asriani; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdarahan postpartum disebabkan oleh anemia pada kehamilan. Hal ini terjadi karena saat ibu melahirkan, akan terjadi kontraksi rahim yang cukup untuk dilahirkan. Makanan yang mengandung zat besi, folat dan vitamin B salah satunya yaitu susu kedelai. Susu kedelai mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, termasuk pada ibu hamil. Asam folat diketahui baik untuk ibu hamil karena meningkatkan pertumbuhan sel-sel saraf dan mengoptimalkan perkembangan janin. Susu kedelai pun mengandung protein yang membantu menjaga kesehatan berbagai organ dalam tubuh. Protein juga membantu tumbuh kembang organ janin. Beberapa protein yang dapat ditemukan dalam susu kedelai adalah treonin, arginin, isoleusin, glisin, dan lisin. Bahkan susu kedelai juga mengandung karbohidrat yang dapat membantu meningkatkan tingkat energi selama hamil. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada hubungan mengkonsumsi susu kedelai dengan kadar haemoglobin pada ibu hamil trimester II. Desain Penelitian: Menggunakan metode Kuantitatif dengan menggunakan Quasi Eksperimen. Analisa data penelitian ini menggunakan Analisa Univariat dengan distribusi Frekuensi dan Bivariat dengan Uji Paired Sample T-Test. Populasi dan Sampel:  populasi nya pada bulan April ibu hamil dan sampel Diambil dari 18 responden, waktu penelitian dari bulan April-Juni tahun 2024 teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan di BPM Bidan Intan. Hasil : rerata Perubahan kadar Hb ibu hamil trimester II sebelum mengkonsumsi susu kedelai yaitu 11,40 g/dl dan untuk Hb  ibu hamil trimester 11 sesudah mengkonsumsi susu kedelai yaitu 12,94 g/dl  .Dari hasil uji Paired Sample Test reedapat nilai P value nya adalah 0.000 yang artinya kurang dari 0.005 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Dari hasil uji Paired Sample Test reedapat nilai P value nya adalah 0.000 yang artinya kurang dari 0.005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya hubungan mengkonsumsi susu kedelai pada Ibu Hamil Trimester II sebelum diberikan susu kedelai dan sesudah diberikan susu kedelai  berbeda menurut statistik,menunjukan perbedaan hasil yang signifikan antara pre dan post yang artinya ada hubungan mengkonsumsi susu kedelai terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II  di BPM Bidan Intan tahun 2024.