p-Index From 2021 - 2026
1.583
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Placenta
Heni Erawati
Akbid Graha Husada Cirebon

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS)TENTANG INFEKSI PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (IMS)DI PUSKESMAS BABAKAN Heni Erawati; Ika Popi sundani
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya  kejadian di kalangan wanita usia subur yang terkena infeksi penyakit menular seksual di karena kan kurangnya pengetahuan tentang IMS. Apabila tidak dilakukan penyuluhan yang optimal maka akan mengakibatkan semakin banyaknya penderita IMS di kalangan wanita usia subur. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi penelitian ini ada 13.323 wanita usia subur, sampel penelitian ini ada 99 wanita usia subur, instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berupa 20 pertanyaan, pengumpulan data menggunakan data primer dan analis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat digunakan untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian ini, diketahui berdasarkan pengetahuan responden terbanyak pada kategori cukup 60,6% (60 responden) dengan pengertian terbanyak pada kategori cukup 35,4% (responden), dengan jenis-jenis terbanyak pada kategori cukup 36.4% (36 responden), dengan penyebab terbanyak pada kategori cukup 39,4% (39 responden) dan pencegahan terbanyak pada kategori cukup 38,4% (38 responden) Kesimpulannya terdapat gambaran tingkat pengetahuan wanita usia subur terhadap infeksi penyakit menular seksual, diharapkan dengan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang infeksi penyakit menular seksual  dengan memberikan penyuluhan tentang pengetahuan, pengertian,  jenis-jenis, penyebab dan pencegahan kepada wanita usia subur
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWI KELAS XI DI SMK ISDA BABAKAN KABUPATEN CIREBON TAHUN 2024 Heni Erawati; Ilah Lilahsah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 3 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 33,76% pemuda di Indonesia mencatatkan usia kawin pertamanya di rentang 19-21 tahun. Kemudian, usia 22-24 tahun sebanyak 27,07%, usia 16-18 tahun 19,24% pada tahun 2022. Jika dilihat berdasarkan  jenis kelamin, usia menikah pertama pemuda laki-laki dan perempuan tentu aja memiliki perbedaan, dimana laki-laki cenderung memasuki usia pertamanya lebih tua dibandingkan perempuan. Provinsi dengan wanita yang menikah pertama kalinya di usia 7-15 tahun adalah Jawa Barat, yakni sebesar 11,48%. Kasus pernikahan  usia dini di wilayahnya pada tahun 2020 itu banyak di Kecamatan Ciledug, Babakan dan Kecamatan Gebang. Dan di  ditemukan bahwa terdapat 7 kasus pernikahan dini pada remaja putri yang terjadi pada peserta didik di tahun pelajaran 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas XI di SMK Isda Babakan Kabupaten Cirebon Tahun 2024 tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian adalah lembar kuesioner berupa lembar pertanyaan check list. Popoluasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 120 sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapat pengetahuan remaja putri tentang pengertian konsep remaja pada kategori baik (58,3), cukup (31,7%), kurang (10,0%).  Pengetahuan  remaja putri tentang pernikahan dini pada kategori baik (35,8%), cukup (41,7%),  kurang  (22,5%). Pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi pada kategori baik (20,0%), cukup (49,2%), kurang (30,8%). Pengetahuan  remaja tentang faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada kategori baik (53,3%), cukup (36,7%), kurang (10,0%). Pengetahuan  remaja tentang cara menjaga organ  reproduksi pada kategori baik (61,7),cukup (31,7%), kurang (6,7%).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS TENTANG PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA MASA NEW NORMAL DIPUSKESMAS GEMPOL Atiek Novianty; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 1 (2024): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kualitas konseling masalah kontrasepsi oleh setiap tenaga kesehatan khususnya bidan dan para dokter harus ditingkatkan. Karena masih banyak wanita usia subur yang sudah mempunyai anak, belum paham kontrasepsi apa yang harus digunakan. Mereka sangat banyak mendapat informasi tentang kontrasepsi, sehingga dengan adanya konseling sejak dini, para wanita usia subur telah diberikan pengetahuan tentang alat kontrasepsi yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah  Untuk Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur Tentang Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Masa New Normal di Puskesmas Gempol Kab.Cirebon tahun 2023. Desain penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi dan sampel diambil 20 responden. Waktu penelitian dari januari-mei tahun 2023. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Gempol kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner, alat ukur yang digunakan adalah ceklist dan skala ukur Ordinal. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan univariat. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden tentang pemilihan alat kontrasepsi yang berkategori baik berjumlah 48,1%, Berdasarkan tingkat pengetahuan pengertian responden berkategori baik berjumlah 59,7%. pengetahuan responden tentang keuntungan menggunakan kb yang berkategori baik 58,4%. Gambaran tingkat pengetahuan responden tentang efek samping penggunaan kb yang berkategori baik 58,4%. pengetahuan responden terhadap jenis-jenis Kb yang berkategori baik 71,4%. Kesimpulan penelitian ini yaitu gambaran tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang pemilihan alat kontrasepsi pada masa new normal dipuskesmas gempol lebih dari setengahnya responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Saran dari hasil penelitian ini yaitu dapat memotivasi dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan khusus wanita usia subur.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum Di Rsud Waled PSI IUD (AKDR) DI PUSKESMAS PLERED KABUPATEN CIREBON Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi masa nifas. Ibu beresiko terjadi infeksi postpartum karena adanya luka pada pelepasan plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk episiotomy dan perineum, dinding vagina, dan serviks, infeksi post seksio Caesar kemungkinan terjadi. (Nugroho,2019). Pengetahuan rendah atau kurang kemungkinan terjadi infeksi akan lebih besar karena kesalahan dalam perawatan luka perineum. Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui bagaimana Gambatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Cirebon. Populasi dan Sampel : populasi sebanyak 81 ibu nifas di RSUD Waled periode bulan April-Mei 2023, teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yaitu dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan, dengan jumlah  sampel sebanyak 50 responden. Peneliti menggunakan data primer dan data diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil : Dan hasil peneliti ini adalah sebagai berikut : dari 50 responden yang berpengetahuan baik 9 orang (18%), yang berpengetahuan cukup 30 orang (60%) dan berpengetahuan kurang 11 orang (22%). Tenaga kesehatan sebaiknya lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi  tentang perawatan luka perineum yang baik dan benar.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU  AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN TENTANG KONTRASEPSI IUD (AKDR) DI PUSKESMAS PLERED KABUPATEN CIREBON Thira Eva Rahayu; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak-hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan ibu akseptor kb suntik 3 bulan tentang kb IUD (AKDR). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode pendekatan sederhana dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah ibu KB Suntik 3 Bulan yang berjumlah 97 responden yang tersebar di 6 desa. Untuk menganalisis data digunakan teknik deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 57 responden didapatkan bahwa Pengetahuan Ibu KB Suntik 3 Bulan tentang Pengertian IUD adalah mayoritas dalam kategori baik yaitu dengan jumlah 41 orang (76,3%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang keuntungan IUD adalah mayoritas dalam kategori Kurang yaitu dengan jumlah 21 orang (21,6%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang kerugian IUD adalah mayoritas dalam kategori cukup yaitu dengan jumlah 37 orang (38,1%), pengetahuan ibu KB Suntik 3 Bulan tentang cara pemakaian IUD adalah mayoritas dalam kategori kurang yaitu dengan jumlah 46 orang (47,4%).Dengan hasil tersebut disarankan untuk petugas kesehatan perlu meningkatkan pengetahuan ibu tentang KB IUD melalui pemberian informasi secara lengkap tentang KB IUD sehingga akseptor dapat lebih mengetahui tentang kelebihan, keuntungan, maupun cara pemakaian KB.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWI KELAS XI DI SMK ISDA BABAKAN KABUPATEN CIREBON Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 33,76% pemuda di Indonesia mencatatkan usia kawin pertamanya di rentang 19-21 tahun. Kemudian, usia 22-24 tahun sebanyak 27,07%, usia 16-18 tahun 19,24% pada tahun 2022. Jika dilihat berdasarkan  jenis kelamin, usia menikah pertama pemuda laki-laki dan perempuan tentu aja memiliki perbedaan, dimana laki-laki cenderung memasuki usia pertamanya lebih tua dibandingkan perempuan. Provinsi dengan wanita yang menikah pertama kalinya di usia 7-15 tahun adalah Jawa Barat, yakni sebesar 11,48%. Kasus pernikahan  usia dini di wilayahnya pada tahun 2020 itu banyak di Kecamatan Ciledug, Babakan dan Kecamatan Gebang. Dan di  ditemukan bahwa terdapat 7 kasus pernikahan dini pada remaja putri yang terjadi pada peserta didik di tahun pelajaran 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas XI di SMK Isda Babakan Kabupaten Cirebon Tahun 2024 tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian adalah lembar kuesioner berupa lembar pertanyaan check list. Popoluasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 120 sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapat pengetahuan remaja putri tentang pengertian konsep remaja pada kategori baik (58,3), cukup (31,7%), kurang (10,0%).  Pengetahuan  remaja putri tentang pernikahan dini pada kategori baik (35,8%), cukup (41,7%),  kurang  (22,5%). Pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi pada kategori baik (20,0%), cukup (49,2%), kurang (30,8%). Pengetahuan  remaja tentang faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada kategori baik (53,3%), cukup (36,7%), kurang (10,0%). Pengetahuan  remaja tentang cara menjaga organ  reproduksi pada kategori baik (61,7),cukup (31,7%), kurang (6,7%).
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TENTANG BREAST CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEBER: Pengetahuan, Sikap, Ibu Nifas, Breast Care Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast care pada ibu nifas sangat bermanfaat untuk kelancaran ASI. Dampak tidak melakukan breast care pada ibu nifas yaitu bisa mengakibatkan terjadinya kurangnya kelancaran ASI, bendungan ASI, mastitis, sehingga mengakibatkan puting susu lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayi menyusu. Diperoleh kenaikan 20% dari tahun 2024 di Puskesmas Beber. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang breast care di Puskesmas Beber. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian desktiptif. Populasi penelitian ini seluruh ibu nifas yang ada di wilayah kerja puskesmas beber sebanyak 30 responden. Waktu penelitian bulan April- Juni 2024 di Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon. Instrumen penelitian Kuesioner. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data yaitu Accidental Sampling, menggunakan analisis univariat dengan distribusi frequensi dengan hasil uji validitas dan reliabilitas. Diketahui pengetahuan ibu nifas tentang breast care berdasarkan kategori baik frequensi 20 dengan presentase (66,42%), kemudian berdasarkan kategori cukup frequensi 27 dengan presentase (89,73%), dan berdasarkan kategori kurang frequensi 43 dengan presentase (143,49%). Diketahui pengetahuan ibu nifas tentang breast care berdasarkan pengertian nilai yang tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 14 responden dengan presentase (46,72%), kemudian berdasarkan tujuan nilai tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 15 responden dengan presentase (50,05%), dan berdasarkan cara nilai tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 14 responden dengan presentase (46,72%). Diketahui sikap ibu nifas tentang breast care terdapat nilai tertinggi dengan kategori negatif sebanyak 26 responden dengan presentase (86,68%). Pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang breast care di wilayah kerja puskesmas beber dalam kategori kurang. Perlunya pendidikan kesehatan pada ibu nifas untuk perawatan payudara guna mengsukseskan ASI Ekslusif. Kata Kunci: Masa Nifas, Pengetahuan dan Sikap, Breast Care
GAMBARAN PENGETAHUAN MEROKOK PADA REMAJA PUTRA KELAS XI DI SMK ISLAMIC CENTRE CIREBON: merokok, remaja putra, pengetahuan Heni Erawati; Ghea Sugiharti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja juga dapat diartikan sebagai individu yang sedang berada dalam proses membangun identitasnya sendiri dan mulai melepas individualisasi dari keluarga. (Geldard dan Geldard, 2011). Menyatakan bahwa setelah mencoba rokok pertama, seorang individu menjadi ketagihan merokok, dengan alasan-alasan seperti kebiasaan, menurunkan kecemasan, dan mendapatkan penerimaan. Oskamp dalam Nasution (2007) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan merokok pada Remaja putra kelas XI Di Smk Islamic Centre Cirebon Kabupaten Cirebon Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan Teknik pengambilan samplingnya menggunakan rumus slovin. Populasi pada penelitian sejumlah 407 siswa dan didapatkan sampel 67 Responden. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner tentang gambaran pengetahuan merokok pada remaja putra kelas XI. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan merokok pada remaja kelas XI tentang perokok prepatory termasuk kategori kurang 41 Responden (61,2%) Hal tersebut dipengaruhi karena kurangnya pengetahuan wawasan yang diperoleh siswa. Mengenai perokok eksperimen kategori cukup 36 Responden (53,7%) Hal tersebut menunjukan bahwa masa remaja merupakan masa dimulainya merokok. Dan perokok berat kategori cukup 53 Responden (79,1%) Hal Tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya perokok berat. Dari kesimpulan diatas diharapkan siswa remaja putra lebih meningkatkan pengetahuan tentang bahaya merokok.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP DISMENORE KELAS XI DI MAN 3  KABUPATEN CIREBON: pengetahuan, remaja putri, dismenore Heni Erawati; Mar'atus Solihah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea dapat juga diartikan sebagai haid nyeri yang terjadi tanpa tanda infeksi atau penyakit panggul. Selain itu dismenorea juga memiliki arti sebagai nyeri uteri pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri terhadap dismenore kelas XI IPA IPS di MAN 3 Kabupaten Cirebon Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif populasi Teknik samplingnya acak kelompok Chester Random Sampling), menggunakan interval. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2024 yang bertempat di MAN 3 Kabupaten Cirebon Tahun 2024 pada siswi kelas XI IPA IPS dengan total populasi 183 siswi dan sampelnya 65 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari 65 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 29 responden (44,6%), yang berpengetahuan cukup sebanyak 34 responden (52,3%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden (3,1%). Berdasarkan hasil nilai r hitung dari setiap item yang lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0.444, p-Value 0.444.Pada penelitian ini terdapat Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Dismenore Diharapkan siswi dengan adanya pengetahuan akan lebih meningkatkan tentang dismenore
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI SMAN 1 MANDIRANCAN KELAS XI MIPA: pengetahuan, Remaja, Infeski Menular Seksual Heni Erawati; Atiek Noviyanti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Dari profil kesehatan Indonesia tahun 2020 melaporkan bahwa IMS seperti HIV meningkat setiap tahunnya. Prevalensi IMS di Indonesia pada tahun indonesia sebanyak 11.133 kasus. Prevalensi sifilis sebanyak 3.868 kasus, gonore 2.486 kasus, dan HIV/AIDS 9.327 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual (IMS) di SMAN 1 Mandirancan Kelas XI MIPA.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Dengan jumlah populasi sebanyak 216 siswa dan sampel sebanyak 68 responden diambil secara random sampling. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Mandiracan bulan April-Juni 2024. Dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan hasil pengetahuan remaja tentang IMS sebanyak 50 siswa (73,5%) berpengetahuan baik dan 28 siswa (26,5%) berpengetahuan cukup. Pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual di SMAN 1 Mandirancan Kelas XI MIPA memiliki pengetahuan dengan kategori baik. Diharapkan pihak sekolah mengadakan kolaborasi dengan tenaga kesehatan untuk mengadakan sosialisasi tentang IMS dan mengadakan konseling kepada para siswa mengenai IMS.