p-Index From 2021 - 2026
1.197
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Journal Placenta
Mar'atus Solihah
Akbid Graha Husada Cirebon

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Journal Placenta

GAMBARAN PENYEBAB ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD INDRAMAYU TAHUN 2023 Ika Popi Sundani; Mar'atus Solihah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia  merupakan salah satu masalah neonatal yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian pada bayi. Asfiksia adalah keadaan dimana disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya umur ibu, paritas, jenis persalinan, umur kehamilan dan  BBLR. Berdasarkan data RSUD Indramayu pada bulan januari sampai dengan bulan desember tahun 2022,  jumlah  kelahiran bayi sebanyak 3771 bayi. Bayi lahir  mengalami asfiksia sebanyak 1117. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Indramayu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bayinya mengalami asfiksia di RSUD Indramayu. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur ibu bersalin pada bayi baru lahir yang asfiksia di RSUD Indramayu tahun 2022 sebagian besar pada kategori berisiko yaitu <20 tahun atau >35tahun(54,5), sedangkan yang berumur tidak berisiko yaitu 20-35 tahun(45,4), sebagian besar primipara atau grande multipara (54,5) sedangkan paritas multipara (45,4) sebagian besar jenis persalinan tindakan SC(53,3) sedangkan persalinan normal sebesar (46,9) sebagian besar umur persalinan tidak prematur (57,5) sedangkan yang premature sebesar (42,4) dan sebagian besar mengalami BBLR (48,4) sedangkan yang normal sebesar (51,5) Pada masa kehamilan dianjurkan setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan janin yang dikandungannya dan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kebidanan pada ibu hamil, bersalin dan bayi baru lahir secara profesional.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DENGAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI SDN 1 SUTAWINANGUN Mar'atus Solihah; Ika Pramesti
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 2 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia rentan terhadap masalah Kesehatan maka siswa lebih mudah terkena penyakit. Rendahnya kesadaran untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah menyebabkan lingkungan sekolah tidak terurus, mempengaruhi kenyamanan siswa maupun guru saat proses pembelajaran dan dapat memicu berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan kesehatan lingkungan sekolah di SDN 1 Sutawinangun tahun 2023. Jenis penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan purposive sampling  dengan responden 57 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di SDN 1 Sutawinangun tergolong baik (82,5%) dan Kesehatan lingkungan tergolong baik (68,4%). Hasil uji statistik Spearman Rank (Rho) diperoleh p (value) = 0,000 yang dimana (p = 0,05) sehingga ada hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dengan Kesehatan lingkungan di SDN 1 Sutawinangun. Disarankan kepada pihak sekolah untuk menanamkan Pendidikan Kesehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) juga kepada siswa/I untuk meningkatkan sikap dan perilaku peserta didik untuk peduli terhadap Kesehatan lingkungan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum Di Rsud Waled PSI IUD (AKDR) DI PUSKESMAS PLERED KABUPATEN CIREBON Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 1 No 4 (2024): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi masa nifas. Ibu beresiko terjadi infeksi postpartum karena adanya luka pada pelepasan plasenta, laserasi pada saluran genital termasuk episiotomy dan perineum, dinding vagina, dan serviks, infeksi post seksio Caesar kemungkinan terjadi. (Nugroho,2019). Pengetahuan rendah atau kurang kemungkinan terjadi infeksi akan lebih besar karena kesalahan dalam perawatan luka perineum. Infeksi masa nifas masih merupakan penyebab tertinggi AKI. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui bagaimana Gambatan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Pada Perineum di RSUD Waled Cirebon. Populasi dan Sampel : populasi sebanyak 81 ibu nifas di RSUD Waled periode bulan April-Mei 2023, teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yaitu dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan, dengan jumlah  sampel sebanyak 50 responden. Peneliti menggunakan data primer dan data diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil : Dan hasil peneliti ini adalah sebagai berikut : dari 50 responden yang berpengetahuan baik 9 orang (18%), yang berpengetahuan cukup 30 orang (60%) dan berpengetahuan kurang 11 orang (22%). Tenaga kesehatan sebaiknya lebih aktif lagi dalam memberikan edukasi  tentang perawatan luka perineum yang baik dan benar.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWI KELAS XI DI SMK ISDA BABAKAN KABUPATEN CIREBON Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 3 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 33,76% pemuda di Indonesia mencatatkan usia kawin pertamanya di rentang 19-21 tahun. Kemudian, usia 22-24 tahun sebanyak 27,07%, usia 16-18 tahun 19,24% pada tahun 2022. Jika dilihat berdasarkan  jenis kelamin, usia menikah pertama pemuda laki-laki dan perempuan tentu aja memiliki perbedaan, dimana laki-laki cenderung memasuki usia pertamanya lebih tua dibandingkan perempuan. Provinsi dengan wanita yang menikah pertama kalinya di usia 7-15 tahun adalah Jawa Barat, yakni sebesar 11,48%. Kasus pernikahan  usia dini di wilayahnya pada tahun 2020 itu banyak di Kecamatan Ciledug, Babakan dan Kecamatan Gebang. Dan di  ditemukan bahwa terdapat 7 kasus pernikahan dini pada remaja putri yang terjadi pada peserta didik di tahun pelajaran 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri kelas XI di SMK Isda Babakan Kabupaten Cirebon Tahun 2024 tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Desain dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Instrumen dalam penelitian adalah lembar kuesioner berupa lembar pertanyaan check list. Popoluasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sejumlah 120 sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapat pengetahuan remaja putri tentang pengertian konsep remaja pada kategori baik (58,3), cukup (31,7%), kurang (10,0%).  Pengetahuan  remaja putri tentang pernikahan dini pada kategori baik (35,8%), cukup (41,7%),  kurang  (22,5%). Pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi pada kategori baik (20,0%), cukup (49,2%), kurang (30,8%). Pengetahuan  remaja tentang faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada kategori baik (53,3%), cukup (36,7%), kurang (10,0%). Pengetahuan  remaja tentang cara menjaga organ  reproduksi pada kategori baik (61,7),cukup (31,7%), kurang (6,7%).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA PUTRI KELAS XI TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI SMK ISLAMIC CENTRE CIREBON Ilah Lilahsah; Mar'atus Solihah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 1 (2025): Issue Januari
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak baik anak sebagai korban ataupun anak sebagai pelaku merupakan bukti nyata bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan kekerasan seksual. Kasus kekerasan seksual menduduki posisi tertinggi ada 85 jenis kekerasan seksual yang di tangani oleh LSM WCC Mawar Balqis Cirebon, Untuk itu perlu kiranya pemberian informasi atau pengetahuan kepada anak sejak dini agar anak mengetahui perilaku apa saja yang di anggap menjurus pada kegiatan kekerasan seksual. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri kelas XI tentang kekerasan seksual. Desain Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan meneliti dua variabel pengetahuan dan sikap, Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi dengan jumlah 293 siswi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Random Sampling,. Diketahuinya pengetahuan tentang kekerasan seksual pada remaja kelas XI termasuk kategori kurang sebanyak 36 responden (61,02%), diantaranya tentang pengertian kategori cukup sebanyak 19 responden (32,2%), mengenai Faktor kategori kurang sebanyak 38 responden (64,4%), mengenai Jenis-jenis kekerasan seksual kategori kurang sebanyak 34 responden (5,6%), mengenai Dampak kekerasan seksual kategori kurang sebanyak 32 responden (54,2%), dan mengenai Upaya Pencegahan kekerasan seksual kategori kurang yaitu sebanyak 43 responden (2,9%). Sikap Remaja kelas XI Terhadap kekerasan seksual sebanyak 53 responden (89,8%) Memiliki sikap Positif. Pengetahuan remaja putri kelas XI memiliki pengetahuan kurang, dan sikap remaja putri terhadap kekerasan seksual memiliki sikap Positif Di harapkan remaja putri dapat mencari informasi melalui buku atau media sosial, bagi tempat penelitian dan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS TENTANG BREAST CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BEBER: Pengetahuan, Sikap, Ibu Nifas, Breast Care Mar'atus Solihah; Heni Erawati
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast care pada ibu nifas sangat bermanfaat untuk kelancaran ASI. Dampak tidak melakukan breast care pada ibu nifas yaitu bisa mengakibatkan terjadinya kurangnya kelancaran ASI, bendungan ASI, mastitis, sehingga mengakibatkan puting susu lecet dan menimbulkan rasa nyeri pada saat bayi menyusu. Diperoleh kenaikan 20% dari tahun 2024 di Puskesmas Beber. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang breast care di Puskesmas Beber. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian desktiptif. Populasi penelitian ini seluruh ibu nifas yang ada di wilayah kerja puskesmas beber sebanyak 30 responden. Waktu penelitian bulan April- Juni 2024 di Puskesmas Beber Kabupaten Cirebon. Instrumen penelitian Kuesioner. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data yaitu Accidental Sampling, menggunakan analisis univariat dengan distribusi frequensi dengan hasil uji validitas dan reliabilitas. Diketahui pengetahuan ibu nifas tentang breast care berdasarkan kategori baik frequensi 20 dengan presentase (66,42%), kemudian berdasarkan kategori cukup frequensi 27 dengan presentase (89,73%), dan berdasarkan kategori kurang frequensi 43 dengan presentase (143,49%). Diketahui pengetahuan ibu nifas tentang breast care berdasarkan pengertian nilai yang tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 14 responden dengan presentase (46,72%), kemudian berdasarkan tujuan nilai tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 15 responden dengan presentase (50,05%), dan berdasarkan cara nilai tertinggi termasuk dalam kategori kurang sebanyak 14 responden dengan presentase (46,72%). Diketahui sikap ibu nifas tentang breast care terdapat nilai tertinggi dengan kategori negatif sebanyak 26 responden dengan presentase (86,68%). Pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang breast care di wilayah kerja puskesmas beber dalam kategori kurang. Perlunya pendidikan kesehatan pada ibu nifas untuk perawatan payudara guna mengsukseskan ASI Ekslusif. Kata Kunci: Masa Nifas, Pengetahuan dan Sikap, Breast Care
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP DISMENORE KELAS XI DI MAN 3  KABUPATEN CIREBON: pengetahuan, remaja putri, dismenore Heni Erawati; Mar'atus Solihah
PLACENTA Journal Of Midwifes, Women's Health and Public Health Vol 2 No 4 (2025): issue kesehatan
Publisher : Akademi Kebidanan Graha Husada Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea dapat juga diartikan sebagai haid nyeri yang terjadi tanpa tanda infeksi atau penyakit panggul. Selain itu dismenorea juga memiliki arti sebagai nyeri uteri pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri terhadap dismenore kelas XI IPA IPS di MAN 3 Kabupaten Cirebon Tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif populasi Teknik samplingnya acak kelompok Chester Random Sampling), menggunakan interval. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Juni 2024 yang bertempat di MAN 3 Kabupaten Cirebon Tahun 2024 pada siswi kelas XI IPA IPS dengan total populasi 183 siswi dan sampelnya 65 responden. Berdasarkan hasil penelitian dari 65 responden yang berpengetahuan baik sebanyak 29 responden (44,6%), yang berpengetahuan cukup sebanyak 34 responden (52,3%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden (3,1%). Berdasarkan hasil nilai r hitung dari setiap item yang lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0.444, p-Value 0.444.Pada penelitian ini terdapat Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Dismenore Diharapkan siswi dengan adanya pengetahuan akan lebih meningkatkan tentang dismenore