Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOCIAL MEDIA, ARCHAEOLOGICAL NEWS, AND CULTURAL RESOURCE MANAGEMENT: THE CASE OF MOYANG.CO Pratama Dharma Surya
Kalyanamitra: Journal of Archaeological Resource Management Vol. 2 No. 1 (2026): March
Publisher : Kalyanamitra: Journal of Archaeological Resource Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article critically examines the role of digital heritage media in framing recent archaeological discoveries and government heritage policies within the framework of Cultural Resource Management (CRM). Using Moyang.co, an Indonesian Instagram-based heritage media platform, as a case study, this research analyzes how news related to new archaeological findings, research outcomes, and state interventions are communicated, questioned, and negotiated in the public sphere. Employing qualitative content analysis of selected Moyang.co posts published between 2024 and 2025, this study applies CRM perspectives emphasizing values-based management, public archaeology, and participatory heritage governance. The results demonstrate that Moyang.co functions not merely as an information outlet, but as a critical mediator that connects archaeological discovery with issues of management responsibility, policy transparency, and stakeholder inclusion. By consistently situating discoveries within broader governance and conservation contexts, Moyang.co challenges state-centered heritage narratives and highlights gaps between policy formulation and on-the-ground management. This article argues that digital heritage media has become an integral yet under-recognized component of contemporary CRM, particularly in contexts where archaeological discoveries are rapidly publicized while management responses remain slow, contested, or opaque.
Konsep Arkeologi Eksperimental sebagai Opsi Rencana Pengelolaan Warisan Budaya Berbasis Masyarakat: Studi Kasus Candi Morangan Pratama Dharma Surya
AMERTA Vol. 43 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/amt.2025.5747

Abstract

Abstract.Experimental Archaeology Concept in the Cultural Heritage Management of Morangan Temple Site in Sleman Regency. Cultural heritage holds significant value that must be managed properly to benefit current society and be passed on to future generations. Morangan Temple, located in Sleman Regency, has great potential to be developed into an attractive educational tourism destination. This study aims to design a cultural heritage management plan by adopting an experimental archaeology approach. Experimental archaeology involves reconstructing and testing buildings, technologies, artifacts, and past environmental contexts based on archaeological evidence to understand their structures, functions and uses in the past. Integrating experimental archaeology into the community-based management model can broaden perspectives, enrich educational experiences, and ensure meaningful community involvement in cultural preservation. The research methods include field observation at the Candi Morangan Temple site and surrounding areas, literature review on cultural heritage management and experimental archaeology, and analysis of secondary data related to the site. The results indicate that incorporating experimental archaeology can enhance public understanding of history and culture while promoting active participation in heritage conservation. The proposed management plan involves developing an interactive interpretation center, utilizing digital technologies, and creating educational tourism routes. It also includes hands-on visitor activities such as structure reconstruction, excavation simulations, and artifact observation. This integration is expected to transform Morangan Temple into a sustainable center for learning and tourism, reinforcing local cultural identity and supporting community economic growth. Keywords: Morangan Temple, Experimental Archaeology, Cultural Heritage Management, Educational Tourism, Sleman Regency   Abstrak. Warisan budaya memiliki nilai penting yang perlu dikelola dengan tepat agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini dan diwariskan kepada generasi mendatang. Candi Morangan yang berada di Kabupaten Sleman memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik. Tujuan penelitian ini adalah merancang pengelolaan warisan budaya dengan mengadopsi pendekatan arkeologi eksperimental. Arkeologi eksperimental merupakan pendekatan arkeologi melalui rekonstruksi dan pengujian bangunan, teknologi, benda, dan konteks lingkungan masa lalu berdasarkan bukti arkeologi untuk memahami struktur, fungsi, dan penggunaannya di masa lalu. Pengintegrasian arkeologi eksperimental dalam rencana pengelolaan warisan budaya berbasis masyarakat dapat menjadi langkah penting untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, dan menjaga keterlibatan masyarakat dalam upaya melestarikan warisan budaya yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi terhadap Candi Morangan dan lingkungannya, studi literatur terkait pengelolaan warisan budaya dan arkeologi eksperimental, dan dilanjutkan analisis data sekunder yang berhubungan dengan Candi Morangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian arkeologi eksperimental dalam pengelolaan Candi Morangan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan budaya, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pelestarian warisan budaya. Rencana pengelolaan yang diusulkan mencakup pengembangan pusat interpretasi interaktif, pemanfaatan teknologi, dan jalur wisata edukatif. Selain itu, kegiatan arkeologi eksperimental seperti rekonstruksi struktur, simulasi penggalian, dan observasi artefak akan menjadi bagian dari pengalaman wisata. Integrasi ini diharapkan dapat menjadikan Candi Morangan sebagai pusat pembelajaran dan wisata berkelanjutan yang memperkuat identitas budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Candi Morangan, Arkeologi Eksperimental, Pengelolaan Warisan Budaya, Wisata Edukasi, Kabupaten Sleman