Kadek Tania Utami Putri
Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Perencanaan dan Penanganan Drainase di Permukiman Kumuh Lingkungan Satria Kelurahan Penarukan, Buleleng Kadek Tania Utami Putri; Putu Siskha Pradnyaningrum; Pande Putu Liani Darmayanti; Ni Nyoman Tiara Ayu Valentina
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 11 No. 2 (2023): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.11.2.8788.315-321

Abstract

Penarukan Village in Buleleng Regency is confronted with issues of slum settlements, notably in the Satria neighborhood. The emergence of slum settlements in the Satria area is attributed to an inadequate drainage system. In response to this challenge, strategic planning and intervention are essential to optimize functionality in accordance with Minimum Service Standards (MSS). This aims to accommodate normal water flow, particularly during the rainy season, preventing waterlogging or flooding. The research is conducted to address the problem of inadequate drainage caused by blockages from waste, numerous holes in residents' yards, soil accumulation, clogging from kitchen and grass waste, and even structural damage. These factors contribute to the existence of slum settlements in the Satria community of Penarukan Village. The proposed intervention of strategy involves measures such as the installation of U-shaped ditches and infiltration wells, with a 5-meter gap between the first and second infiltration wells. The research methodology employs a descriptive-qualitative approach based on literature reviews and on-site observations. The qualitative method is used to collect, process, and analyze data obtained from literature reviews, interviews, and field observations. This study aims to provide valuable insights and practical solutions to enhance the drainage infrastructure, ultimately contributing to improved living conditions and the reduction of slum settlements in the Satria community of Penarukan Village.
PENGEMBANGAN KONSEP PENATAAN BEJI TELAGA TISTA DI DESA ADAT SIBETAN, KARANGASEM, BALI Kadek Tania Utami Putri
Jurnal Abdi Daya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdi Daya Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.4.1.2024.31-40

Abstract

Desa Adat Sibetan, Bali, memiliki warisan budaya dan alam yang kaya, terutama Pura Telaga Tista yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya. Tepat bersebelahan dengan Pura Telaga Tista, Beji Telaga Tista, merupakan tempat pemandian. Beji tidak hanya digunakan secara fungsional sebagai tempat pemandian, dalam kaitannya pada umar Hindu dan lokasinya di Bali, beji juga digunakan sebagai tempat suci dan memiliki nilai warisan budaya. Pada konteks lokasi di Beji Telaga Tista ini, kini mulai sepi digunakan oleh masyarakat karena kurangnya penataan pada beji tersebut, sehingga kurangnya privasi dan kenyamanan masyarakat. Proposal ini bertujuan mengembangkan konsep penataan Beji Telaga Tista dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Permasalahan utama melibatkan ketidaknyamanan dan kurangnya fasilitas penunjang di Beji Telaga Tista serta kebutuhan akan konsep penataan ke arah pariwisata yang sesuai. Metode pelaksanaan mencakup penjajakan awal dengan mitra, pengumpulan data melalui survey, wawancara, dan observasi lapangan, pengolahan data secara deskriptif kualitatif, penyusunan konsep pengembangan, FGD untuk mendapatkan feedback masyarakat, revisi dokumen dan penyusunan laporan kegiatan dan luaran. Partisipasi mitra dan masyarakat sangat penting, terutama dalam pengumpulan data dan pendekatan perancangan arsitektur partisipatif. Pengembangan konsep penataan yang diusulkan melibatkan penyusunan masterplan dengan pengembangan fasilitas pendukung, seperti entrance dan penanda, area pemandian, ruang tunggu, ruang ganti, dan area parkir, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan budaya serupa dengan kondisi eksisting saat ini. Pengembangan konsep penataan ini disusun berdasarkan hasil diskusi dengan pengguna dan perwakilan Desa Adat Sibetan yang menjadi pengelola.