Maulana Arya Sapoetra
Arsitektur, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jl. Semolowaru No.45, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Seni Pertunjukan Tradisional ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TAPAK GUNA FASILITAS SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL KOTA SURABAYA: Indonesia Maulana Arya Sapoetra; Andarita Rolalisasi; Benny Bintarjo Dwinugroho Dwinugroho
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.13.1.11881.9-16

Abstract

Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan melalui penyediaan fasilitas yang representatif. Kota Surabaya, sebagai kota metropolitan dengan kekayaan budaya, membutuhkan fasilitas seni pertunjukan tradisional yang mampu mewadahi aktivitas budaya sekaligus memperkuat identitas lokal. Permasalahan utama dalam penilitian ini adalah bagaimana menentukan lokasi tapak yang paling sesuai untuk pembangunan fasilitas. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis skoring yaitu dengan membandingkan tiga alternatif tapak yang berlokasi di Kecamatan Bubutan, yakni, Jl. Bubutan, Jl. Johar, dan Jl. Pawiyatan. Setiap tapak dianalisis berdasarkan beberapa parameter seperti kedekatan dengan pusat kota, kemudahan akses transportasi, kondisi eksisting lingkungan, serta potensi integrasi dengan kegiatan sosial budaya masyarakat sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa tapak di Jl. Bubutan memperoleh skor tertinggi (44/50) dan dianggap paling layak dijadikan lokasi fasilitas seni pertunjukan tradisional. Tapak ini unggul dalam aspek keterjangkauan, kedekatan dengan kawasan bersejarah, serta kemudahan akses dari berbagai arah. Dengan demikian, pemilihan lokasi tapak di Jl. Bubutan diharapkan dapat menjadi strategi awal yang tepat dalam perencanaan fasilitas seni pertunjukan yang mendukung pelestarian budaya tradisional di Kota Surabaya.