Novian Nurkhutmaidah
Universitas PGRI Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati Novian Nurkhutmaidah; Ary Susatyo Nugroho; Rivanna Citraning Rachmawati
EDUBIOPRENA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi, & Bioentrepreneurship Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Pendidikan Biologi FPMIPATI Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/d68j0f61

Abstract

Abstrak – Tambakromo adalah sebuah kecamatan di kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Potensi tumbuhan obat di kecamatan Tambakromo kabupaten Pati cukup banyak, hal ini ditunjukan dengan masih banyaknya praktik pengobatan tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat kecamatan Tambakromo kabupaten Pati. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2021. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara semiterstruktur. Adapun penentuan responden dilakukan dengan teknik snowball sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada 56 jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai bahan obat tradisional. Jenis tumbuhan obat paling banyak digunakan oleh masyarakat kecamatan Tambakromo kabupaten Pati adalah jenis tumbuhan temulawak 10% (15 responden yang memanfaatkan). Jenis tumbuhan obat paling sedikit digunakan yakni 27 jenis tumbuhan (temukunci, lempuyang, temuireng, jahe merah, godong buto, insulin, sambung nyawa, kenikir, kemiri, pletekan, gempur batu, johar, sirih hijau, alang-alang, salam, ketumbar, bawang putih, pule, keladi tikus, randu, pepaya, kumis kucing, lerot, imbo, ceplukan, mahkota dewa, dan cikal balung. Jenis tumbuhan obat tersebut masing-masing digunakan oleh 1 responden (1%). Pemanfaatan tubuhan obat untuk pengobatan yang dilakukan masyarakat dikategorikan menjadi empat jenis yaitu penyakit kronik, penyakit menular, penyakit tidak menular dan lain – lain. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat di kecamatan Tambakromo kabupaten Pati sebagai bahan obat dalam pengobatan tradisional ada 10 bagian organ tumbuhan.