Yuldika Prasetya
STISIPOL Wacana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Masa Depan Dunia Kerja: Peluang dan Tantangan Yuldika Prasetya
Journal of Technology and Data Science Vol 2 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT. Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/h55jfn35

Abstract

Perkembangan algoritma dan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin kompleks telah mendorong transformasi mendasar dalam dunia kerja, ditandai oleh kemampuan mesin untuk belajar dari data secara mandiri serta meningkatkan kinerjanya seiring waktu. Di satu sisi, perkembangan ini menjanjikan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan terbukanya jenis pekerjaan baru; di sisi lain, muncul kekhawatiran terhadap pergeseran lapangan kerja, kebutuhan keterampilan baru, dan dimensi etis penerapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak AI terhadap masa depan dunia kerja secara multidimensi, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah literature review naratif terhadap publikasi ilmiah, laporan industri, dan kajian pakar yang relevan, dengan sintesis tematik atas empat dimensi utama: gangguan ketenagakerjaan, evolusi keterampilan, dinamika tempat kerja, dan implikasi sosial. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI menggeser sebagian pekerjaan rutin menjadi otomatis namun secara bersamaan menciptakan peran baru yang menuntut kolaborasi manusia–mesin, sehingga literasi digital, kemampuan adaptasi, dan pembelajaran sepanjang hayat menjadi kompetensi krusial. Dinamika tempat kerja juga berubah dengan kehadiran chatbot, asisten virtual, dan analitik berbasis AI yang memengaruhi cara tugas dilakukan dan keputusan diambil. Pada level masyarakat, isu privasi data, bias algoritma, dan polarisasi pekerjaan memerlukan kerangka tata kelola dan pedoman etika yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dampak AI bersifat multifaset dan dinamis, sehingga organisasi perlu menyiapkan strategi reskilling, governance yang etis, serta distribusi manfaat AI yang inklusif agar transisi menuju masa depan kerja berlangsung berkeadilan.