Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOSHELL

PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH (ABITONIK) DAN MACAM PERBANDINGAN N,P,K DALAM PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L). Merril) VARIETAS WILIS Furoidah, Nanik; Kusnadi, Wahid
JURNAL BIOSHELL Vol 3 No 1 (2014): BIOSHELL
Publisher : Pendidikan Biologi,Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experiment was intended to determine the effect of concentration Abitonik and comparison of N, P and K in the fertilizer on the growth and yield of soybean varieties Wilis. Research methods in factorial randomized block design with basic patterns (RBD) 3x3 consisting of 2 factors and 3 replications. The treatment of each of these factors are: Factor Abitonik PGR concentration (Z) consists of 3 levels, namely Z0: without using abitonik (Control); Z1: Abitonik 0.5 ml per liter of water and Z2: Abitonik 1.0 ml per liter of water. Factors kinds of comparisons of N, P and K in fertilizers (P) consists of three levels: P1: comparison of N: P: K: 50:50:50; P2: Comparison of N: P: K: 50: 100: 175. The experimental data were analyzed by the F test (Fingerprint Variety) and followed by Ducan's Multiple Range Test 5%. The experimental results showed that the concentration Abitonik and comparison of N, P and K in fertilizers as well as the interaction between the two treatments very significant effect on plant height, number of branches on the main stem, number of pods per plant, number of pods per plant contains, the number of empty pods per plant and dry weight of 1,000 seeds. Concentration Abitonik very significant effect on plant height, number of branches on the main stem, number of pods per plant, number of pods per plant and weight of 1,000 dry beans. Concentration is the most appropriate Abitonik 1.0 ml per liter of water. Comparison of N, P and K in the fertilizer very significant effect on plant height, number of branches on the main stem, number of pods per plant, number of pods per plant and weight of 1,000 dry beans. The best comparison of N, P and K is 50: 100: 175. Interaction Abitonik concentration and ratio of N, P and K in the fertilizer very significant effect on plant height, number of branches on the main stem, number of pods per plant, number of pods per plant and 1,000 weight of dry beans. The best treatment combination is most appropriate Abitonik concentration is 1.0 ml per liter of water Abitonik and comparison of N, P and K in fertilizers 50: 100: 175.  Keywords: Concentration, growth regulators Abitonik, comparison of N, P, K in fertilizer, soybean ((Glycine max (L). Merrill)
Uji Berbagai Media Tanam Hidroponik Sistem NFT terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Caisim (Brassica chinensis var. parachinensis) dan Kangkung (Ipomoea aquatica F.) Wahyuni, Endang Sri; Febrianto, Arifin; Furoidah, Nanik
JURNAL BIOSHELL Vol 12 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v12i2.2445

Abstract

Perkembangan industri di dunia mengalami kemajuan yang pesat, tentunya perkembangan tersebut merupakan suatu hal yang baik. Namun terdapat juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh majunya perkembangan industri ini, salah satunya adalah beralihnya lahan pertanian. Hal ini akan menjadi permasalahan mengingat di sisi lain jumlah penduduk semakin meningkat dari waktu ke waktu sehingga harus dibarengi dengan peningkatan produksi pertanian. Salah satu jalan keluar yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian adalah dengan hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pertumbuhan dan produksi tanaman caisim dan kangkung hidroponik menggunakan sistem NFT dan media tanam terbaik antara rockwool, flannel roll, sponge, dan dacron. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse DnR Hydroponic Farm. Perumahan Pondok Bedadung Indah Blok. AA-01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan ketinggian 70 meter di atas permukaan laut, dimulai pada bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah tanaman (T) yaitu Caisim (T1) dan Kangkung (T2). Faktor kedua adalah media tanam (M) dengan empat taraf yaitu Rockwool (M1), Flanel (M2), Spons (M3), dan Dakron (M4). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji F menggunakan bantuan software SPSS 26 for windows pada level 0,05 dan Excell Microsoft Office. Hasil penelitian menunjukkan media tanam rockwool memberikan hasil terbaik pada parameter pengamatan lebar daun, bobot segar, bobot akar, kemudian tanaman caisim menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan tanaman kangkung pada parameter pengamatan panjang daun, lebar daun, panjang akar, bobot segar, bobot akar, dan tanaman caisim dengan media tanam rockwool menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi pada parameter pengamatan lebar daun, bobot segar, bobot akar. Media tanam flannel dan dakron dapat menjadi pengganti media tanam rockwool. Kata kunci: Hidroponik NFT, media tanam, caisim, kangkung
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Jumlah Buah per Tanaman terhadap Produksi Melon Golden (Cucumis melo L.) pada Hidroponik Sistem Nutrient Film Technique (NFT) Amin, Ahmad Nur; Wahyuni, Endang Sri; Furoidah, Nanik; Arini, Silvia Fitri Mei
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk dan jumlah buah per tanaman terhadap produksi tanaman melon golden (Cucumis melo L.) dalam sistem hidroponik NFT. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember, pada bulan Januari hingga April 2025. Penelitian ini dilakukan menggunakan RAL faktorial 4×4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P) yang terdiri dari: P0 (tanpa pemangkasan), P1 (pemangkasan pucuk), P2 (pemangkasan tunas air), dan P3 (pemangkasan pucuk dan tunas air). Faktor kedua adalah jumlah buah per tanaman (B) yang terdiri dari: B0 (tanpa pembatasan), B1 (1 buah), B2 (2 buah), dan B3 (3 buah). Parameter yang diamati meliputi umur panen, berat buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, dan kadar gula. Data dianalisis dengan Analisis Varian dan uji lanjut Duncan pada taraf 5% menggunakan SPSS 27 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan tunas air (P2) memberikan hasil terbaik pada parameter diameter dan tebal daging buah. Perlakuan tiga buah per tanaman (B3) memberikan hasil terbaik pada parameter berat buah. Tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara pemangkasan dan jumlah buah terhadap semua parameter yang diamati.