Putu Arya Suryandhita
Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PKM Kelompok Siswa sebagai Peer Mentor Kesehatan Reproduksi Remaja di SMU Negeri 2 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryandhita; Ni Wayan Widhidewi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.49-54

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki oleh remaja mengenai kesehatan reproduksi masih sangat kurang. Hal ini dapat dilihat dari pemahaman yang kurang yang ditunjukkan oleh remaja serta prevalensi perilaku yang membahayakan kesehatan pada remaja. Kesadaran remaja akan penyakit menular seksual (PMS) belum baik. Sebagian besar remaja memperoleh informasi tentang PMS terutama dari teman sebaya atau sumber media massa. Informasi semacam itu cenderung bersifat sementara dan seringkali tidak dipahami secara akurat oleh remaja. Kelemahan informasi dari teman sebaya yakni kebenaran informasi yang diberikan oleh rekan-rekan seringkali tidak memiliki dasar. Sekolah Menengah Umum Denpasar 2 berfungsi sebagai tempat kegiatan bimbingan, sebagaimana ditunjukkan oleh data yang diperoleh dari puskesmas setempat.Sekolah Menengah Umum Negeri 2 Denpasar menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan berdasarkan data-data yang diperoleh dari puskesmas. Permasalahan yang didapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi masih kurang, belum memiliki kelompok siswa sebagai peermentor. Solusi yang ditawarkan yakni pembentukan kelompok siswa, penyuluhan dan pendampingan kelompok siswa mengenai kesehatan reproduksi yang dilaksanakan di SMU Negeri 2, Denpasar. Target luaran yang dicapai yakni pembentukan kelompok siswa sebagai peer mentor mengenai kesehatan reproduksi dan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit yang dapat ditimbulkan sebesar 77 persen.