Ni Wayan Armerinayanti
Bagian Patologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Keberlanjutan Kegiatan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan Pap Smear Bidan Puskesmas Pembantu Kelurahan Kesiman Ni Wayan Armerinayanti; Oki Lestari Desak Putu
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.2.2025.171-175

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang wanita di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear adalah langkah penting dalam pencegahan dan pengobatan kanker serviks. Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin masih rendah. Kader puskesmas memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan dan mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini. Kelurahan Kesiman, seperti banyak daerah lainnya, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program deteksi dini kanker serviks. Banyak wanita yang belum memahami pentingnya pemeriksaan IVA dan Pap Smear, serta takut atau enggan untuk melakukannya. Kader puskesmas, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada warga. Hasil pengabdian ini adalah mitra PKM menunjukkan peningkatan pemahaman dan komitmen mengenai pentingnya pelaksanaan pelayanan deteksi dini kanker serviks di wilayah kerja mitra. Demi keberlanjutan program berikutnya, akan lebih baik jika bersama-sama disusun alur rujukan temuan deteksi abnormal.
Pengembangan Penggunaan Wearable Device untuk Monitoring Kondisi Kardiovaskular Pasien Gagal Jantung Gede Bagus Gita Pranata; Ni Wayan Armerinayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.3.2025.233-237

Abstract

Bali adalah salah satu daerah dengan penduduk yang padat. Data epidemiologi Riskesdas (2020) menunjukkan prevalensi penyakit gagal jantung di Provinsi Bali khususnya Kabupaten Gianyar masih sangat tinggi yakni 15.446 jiwa. Sebagai mitra, kami mengajak dari tim PKRS RSUD Sanjiwani yang biasa bertugas sebagai ujung tombak promosi edukasi kesehatan. Dibawah pimpinan bapak Agus Lingga tim PKRS memiliki beberapa masalah promkes khususnya di bidang jantung dan pembuluh darah dimana kasusnya semakin bertambah banyak dan beberapa masuk ke instalasi gawat darurat dalam kondisi yang sudah kompleks. Sehingga diperlukan metode pemantauan kondisi kardiovaskular yang real time dapat diketahui oleh pasien atau keluarganya. Tim PKM terdiri dari 5 orang (termasuk mahasiswa) berperan memberikan edukasi, contoh dan cara penggunaan wearable device yang sederhana dapat terhubung ke ponsel penderita maupun keluarga untuk memantau beberapa tanda vital pasien. Metode pengabdian ini berupa focus group discussion dengan tujuan pasien dan keluarganya memahami cara pemakaian wearable device secara spesifik untuk pemantauan tanda vital. Teknologi ini dapat memberikan data yang berharga mengenai denyut jantung, ritme jantung, saturasi oksigen, dan parameter kardiovaskular lainnya, sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan medis yang lebih cepat dan tepat. Jumlah pasien yang terlibat sekitar 50 orang dengan masing-masing grup berjumlah 10 orang. Kriteria pemilihan adalah pasien atau keluarganya yang memiliki wearable device. Tahap pertama yakni ceramah edukasi berturut selama 3 hari sembari memilih pasien yang memiliki device. Tahap kedua melakukan FGD mengenai pemahaman dan cara pemakain, tahap ketiga yakni pemantauan. Hasil dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini menunjukkan bahwa mitra PKM mengalami peningkatan pemahaman dan komitmen terhadap pentingnya pelaksanaan monitoring gejala dan tanda vital pada pasien dengan gagal jantung. Hal ini dibuktikan melalui hasil evaluasi berupa pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan nilai sebesar 25 poin. Demi keberlanjutan program berikutnya, akan lebih baik jika bersama-sama disusun alur rujukan temuan deteksi abnormal.