Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak masih menjadi prioritas kesehatan sehingga memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Keterlibatan mahasiswa dan dosen pada komunitas merupakan salah satu strategi yang dapat membantu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas anak. Berdasarkan survei awal pada mata kuliah Community Oriented Medical Education 1000 Hari Awal Kehidupan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, pengetahuan mahasiswa masih kurang dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang. Demikian juga dengan keluarga binaan yang kurang memahami pemantauan dan stimulasi tumbuh kembang anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, melakukan pendampingan pada mahasiswa dan keluarga binaan untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan diawali dengan penyegaran mengenai pemeriksaan tumbuh kembang kepada mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa dan dosen melakukan skrining dan edukasi tumbuh kembang kepada keluarga binaan. Keluarga binaan akan dievaluasi selama satu tahun untuk melakukan pemantauan dan stimulasi pada anak. Sepuluh keluarga binaan dipantau dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan semua anak memiliki hasil kurva World Health Organization dan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan yang normal. Walaupun demikian, terdapat satu bayi yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena lahir prematur dengan berat badan lahir rendah akibat ibu mengalami systemic lupus erythematosus. Hasil dalam kegiatan ini menunjukkan pemantauan anak harus terus dilaksanakan. Selain itu, kerjasama dan dukungan orangtua dan orang sekitar perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak.