Widhidewi Ni Wayan
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bakti Sosial Dalam Rangka Muktamar AIPKI Wilayah V Sebagai Perwujudan Pencapaian SDGs Ke-3 Winianti Ni Wayan; Indra Wijaya; Saktivi Harkitasari; Widhidewi Ni Wayan; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Sri Ratna Dewi; Agus Praktyasa; Komang Trisna Sumadewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Citra Udiyani; Dharmesti Wijaya; Nia Calista Santoso; Anny Eka Pratiwi
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.50-55

Abstract

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Wilayah V Bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yang menekankan pentingnya kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua. Kegiatan ini diadakan di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali pada tanggal 13 Oktober 2025, dengan melibatkan para pelaku pariwisata dan warga setempat. Rangkaian kegiatan bakti sosial yang dilakukan meliputi penyuluhan dan pelatihan teknik bantuan hidup dasar (BHD) serta pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan BMI, tekanan darah, dan kadar gula darah. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan BHD diikuti oleh 20 orang pelaku pariwisata di Desa Penglipuran. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 44 orang warga Desa Penglipuran. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa lima unit tempat sampah organik dan anorganik serta 50 paket sembako kepada warga Desa Penglipuran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para pelaku pariwisata di Desa Penglipuran terkait BHD sebesar 36%. Kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin juga semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara institusi pendidikan kedokteran dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan di komunitas.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan P3K serta Literasi Keuangan pada Guru TK di Denpasar Widhidewi Ni Wayan; Putu Arya Suryandhita; M. S. Pramana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.56-60

Abstract

Guru Taman Kanak-kanak (TK) berperan sebagai pendidik sekaligus sebagai pengasuh dan pelindung bagi siswa-siswi di sekolah. Edukasi dan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sangat diperlukan mengingat anak-anak usia dini memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat aktivitas fisik yang mereka lakukan, baik di dalam maupun di luar kelas. Oleh karena itu, penting bagi guru TK untuk memiliki keterampilan P3K guna memberikan respons cepat dan tepat saat terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di sekolah. Selain aspek kesehatan dan keselamatan, guru TK juga perlu diberikan edukasi terkait literasikeuangan secara dini yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari bagi para siswa-siswi TK. Mitrakegiatan pengabdian ini adalah 7 orang guru TK Kartika VII-14 Denpasar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru TK tentang P3K serta tentang pentingnya literasi keuangan sejak dini. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan dan pelatihan tentang P3K terkait kondisi penyakit maupun trauma yang sering dialami oleh siswa-siswi TK serta tentang pengenalan literasi keuangan sejak dini. Diserahkan pula bantuan berupa timbangan digital serta kotak P3K lengkap dengan obat-obatan di dalamnya untuk sekolah tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuanmitra sebesar 23% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui grup Whatsapp selama 2 bulan untuk memantau penggunaan bantuan yang telah diberikan. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SGDs) yaitu SDG 3 (good health and well-being), serta SDG 4 (quality education).