Made Dharmesti Wijaya
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Penyuluhan Kesehatan Reproduksi, Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Menabung Pada Guru dan Siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.2.2024.101-106

Abstract

Sekolah Dasar adalah tingkatan pendidikan formal pertama yang dilalui siswa-siswa di Indonesia. Pendidikan di tingkat SD memegang peranan penting dalam membangun karakter siswa-siswa yang akan dibawa hingga ke tingkat remaja dan dewasa. Mitra pada kegiatan PKM ini adalah guru dan siswa di SD Negeri 3 Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Kegiatan PKM akan difokuskan untuk memecahkan permasalahan mitra di bidang kesehatan dan ekonomi. Hasil diskusi awal dengan perwakilan mitra yaitu kepala sekolah SDN 3 Batur menunjukkan bahwa mitra memerlukan penyuluhan dan pemahaman tentang penyakit reproduksi pada wanita seperti penyuluhan tentang kanker serviks dan payudara karena mitra merasa masih minimnya pemahaman akan kedua penyakit ini. Mitra juga ingin mendapatkan pemahaman tentang perilaku bersih dan sehat pada murid-murid SDN 3 Batur khususnya tentang cara mencuci tangan yang bersih dan benar. Pada aspek ekonomi, mitra ingin mendapatkan pelatihan tentang gerakan gemar menabung pada siswa. Kegiatan PKM telah berlangsung selama 10 bulan dari Mei 2023 hingga Februari 2024. Tim pengbadi memberikan pembekalan tentang aspek kesehatan reproduksi pada guru-guru wanita dan penyuluhan tentang perilaku bersih dan sehat pada siswa-siswa SD. Selain itu, siswa-siswa SD juga dibekali penyuluhan gerakan gemar menabung. Hasil evaluasi nilai pre dan posttest pada mitra berturut-turut sebesar 42 poin dan 10 poin setelah dilakukan evaluasi atas penyuluhan kegiatan reproduksi dan pneyuluhan tenang PHBS dan gerakan gemar menabung. Pada pelaksanan PKM, tim pengabdi memberikan bantuan langsung yang dibutuhkan mitra berupa tong sampah, bak mencuci tangan, alat tensi meter, kotak P3K, timbangan dan tinggi badan, serta lima puluh souvenir celengan untuk siswa dan uang tunai sebesar dua puluh ribu per anak. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra sudah menggunakan bantuan alat yang diberikan dengan baik dan menerapkan PHBS dengan baik. Luaran dari kegiatan ini akan dipublikasikan jurnal nasional Community Service Journal dengan nomor E-ISSN: 2654-9379 dan P-ISSN: 2654-9360 dan video kegiatan berdurasi 4 menit.
PKM Pengolahan Sampah Organik dan Perilaku Bersih dan Sehat Kelompok Tani Wana Sari Di Desa Batur Utara, Kecamatan Kintamani, Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; I Wayan Sudiarta
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.1.2024.78-87

Abstract

The Wana Sari farmer group is a farmer group that carries out agricultural activities in North Batur Village, Kintamani District, Bangli. The agricultural activities carried out focus on plantation activities, especially fruit and vegetables. In carrying out farming activities, partners face daily problems in the health and agricultural sectors that require solutions and become the focus of PKM activities carried out by the service team. In the health sector, partner representatives said that the use of adequate personal protective equipment is still not uniform. Apart from that, partners also do not understand how to use drugs in everyday life, especially the aspect of careful movement using drugs (careful echo). In the agricultural aspect, partners produce quite a lot of organic agricultural waste, for example fruit and vegetable waste. So far, agricultural waste has not been processed into compost products because partners do not know how to make it. Partners also want to learn how to hatch BSF fruit fly larvae for further use as an effort to deal with organic waste and BSF maggots can be used as an alternative high-protein animal feed for chickens or fish. The implementation of PKM has been carried out with the service team providing outreach about careful monitoring and the importance of using PPE in farming activities. The service team also provides training on how to make compost from everyday plantation waste. Partners also received an explanation about maggot cultivation to be bred and used in daily life. In this activity, partners also received facilitation from the service team for each farmer member totaling 22 people in the form of a set of PPE, boots, medicine box and complete medicine, 10 grams of maggot larvae, maggot cultivation book, household scale composting bag along with biofad starter, bioactivator and gloves. Facilitation to farmer groups was also provided in the form of pressure measuring devices, waste chopping machines and molasses and biomi starters for large compost making. Comparison of pre and post-test shows an increase in partner scores of 30 points, which indicates an increase in partner understanding of the training provided. Monitoring and evaluation results show that partners are able to make compost independently, hatch BSF larvae to process organic waste, use PPE to carry out PHBS in farming activities.