Agus Santosa
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pemasangan Kateter pada Perawat Fasilitas Kesehatan Tingkat 1 Putu Nita Cahyawati; Desak Putu Citra Udiyani; Agus Santosa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.7.2.2025.143-148

Abstract

Kateterisasi urin merupakan prosedur pemasangan selang (kateter) melalui uretra. Kateter dimasukkan ke dalam kandung kemih sebagai upaya untuk membantu pengeluaran urin dari dalam tubuh. Prosedur ini umumnya dilakukan apabila sesorang kesulitan mengeluarkan urin akibat adanya hambatan pada saluran kencing, infeksi, maupun pemantaun urin paska tindakan operatif. Prevalensi pemasangan kateter urin ini adalah sebesar 12-21% di rumah sakit dan 6-13 % di komunitas. Mitra pada kegiatan ini adalah perawat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan mitra terkait update ilmu dan keterampilan (skill) tenaga kesehatan khususnya pada prosedur pemasangan kateter urin. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan diadakannya proses diskusi, baik diskusi antara mitra dengan tim pengabdian, serta diskusi internal antara anggota tim pengabdian. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan, serta diakhiri oleh proses monitoring dan evaluasi. Mitra yang hadir berjumlah 7 orang. Mitra memiliki latar belakang pendidikan perawat dengan rentang usia 25-32 tahun. Mitra didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan wanita. Rerata hasil evaluasi skill mitra berdasarkan penilaian ceklist sebesar 80 poin. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu kegiatan edukasi dan pelatihan mampu meningkatkan keterampilan mitra dalam hal pemasangan kateter. Kegiatan berlangsung dengan baik karena seluruh indikator keberhasilan program terpenuhi. Kegiatan pelatihan sebaiknya dilakukan secara konsisten karena penyegaran ilmu dan keterampilan tenaga kesehatan sangat penting untuk mendukung hasil terapi yang lebih optimal.